Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

mediaapakabar.com
15 jam lalu
Cover Berita

Mediaapakabar.com - Di tengah tekanan dari praktik penambangan ilegal (PETI) yang terus berkembang, Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menjadi contoh perubahan positif berkat kolaborasi masyarakat dengan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor. Sebelumnya, warga di sini menggantungkan hidup pada aktivitas penambangan ilegal dan pembalakan liar yang menimbulkan banyak kerusakan lingkungan. Namun, dengan bantuan program pemberdayaan dari Antam, mereka berhasil beralih ke mata pencaharian yang lebih aman dan berkelanjutan.

Hendrik, seorang warga yang dulu terlibat dalam aktivitas PETI, menceritakan perubahan besar yang terjadi di desanya. "Dulu, penambang liar itu hal biasa, tetapi lama-kelamaan kami sadar akan risikonya. Kini, kami belajar untuk melihat alam dengan cara berbeda, merawat dan menanam, bukan lagi mengambil dari hutan," ujarnya.

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang berbasis pada konservasi lingkungan. Mereka mulai menanam bibit tanaman endemik, mengembangkan pupuk bokashi, serta inovasi pupuk hayati mikoriza, yang akhirnya mengubah lahan bekas PETI menjadi lahan yang produktif dan memberikan rasa aman serta stabilitas ekonomi yang baru bagi masyarakat.

Perubahan tersebut tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Masyarakat dari berbagai kelompok, mulai dari ibu-ibu hingga pemuda, terlibat aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, kawasan yang sebelumnya rawan eksploitasi kini menjadi ruang eduwisata, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghidupan alternatif.

Cerita serupa terjadi di Desa Cisarua, di mana Kang Gemer, seorang mantan gurandil, beralih ke profesi baru dalam bidang peternakan. Setelah bergabung dengan Program Sundung Cisarua yang juga digulirkan oleh Antam, ia memulai usaha budidaya domba. "Beternak domba memberikan kepastian yang dulu saya tidak rasakan. Hidup terasa lebih tenang," kata Kang Gemer.

Seiring berjalannya waktu, Kang Gemer tidak hanya menjadi peternak sukses, tetapi juga seorang mantri domba yang berbagi pengetahuan dengan warga sekitar, menjadi contoh perubahan sosial yang lebih luas. Ini menunjukkan bahwa perubahan individu bisa memicu perubahan sosial yang lebih besar di masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, mengungkapkan bahwa pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi adalah tanggung jawab integral perusahaan. "Kami bersama masyarakat, termasuk mantan PETI, berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau," katanya.

Melalui berbagai program inovasi sosial, PT Antam dan masyarakat di Pongkor terus berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan membangun perekonomian berbasis keberlanjutan, sehingga alam dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.

Wisnu menegaskan, komitmen masyarakat, terutama mantan PETI, sangat penting dalam membangun Pongkor menjadi tempat yang lebih baik dan berkelanjutan. "Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah ini, sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik," tutup Wisnu.


Press Release ini juga tayang di VRITIMES


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Lailatul Qadar, Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Menu MBG Ramadan Diprotes Orang Tua Siswa, Sufmi Dasco Merespons
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
KP2MI Ungkap Data Terbaru Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah
• 18 jam laludisway.id
thumb
Komite Reformasi Polri Bakal Serahkan Laporan ke Prabowo Sebelum Lebaran
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Antisipasi Dampak Konflik Iran vs Israel-AS, Kemenperin Perkuat Ketahanan Industri Nasional
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.