Prabowo Bentuk Satgas, Targetkan 100 GW PLTS dan Konversi 120 Juta Motor Listrik

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Prabowo bentuk Satgas transisi energi pada pengembangan PLTS dan konversi motor listrik.

Prabowo Bentuk Satgas, Targetkan 100 GW PLTS dan Konversi 120 Juta Motor Listrik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan transisi energi yang fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai koordinator Satgas tersebut.

Baca Juga:
Bertemu Prabowo di Istana, Bahlil Bahas Rencana Pembangunan PLTS

Hal itu disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Rapat tersebut membahas implementasi energi bersih dan percepatan transisi menuju energi terbarukan.

Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan pengembangan hingga 100 gigawatt (GW) PLTS serta percepatan konversi kendaraan bermotor, terutama sepeda motor berbahan bakar bensin, menjadi motor listrik.

Baca Juga:
Pemerintah Kaji Transisi Energi ke PLTS Demi Kurangi Beban Subsidi Listrik

“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Presiden yang pembahasannya adalah lebih pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan, dan juga adalah percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan Presiden menginginkan implementasi program tersebut segera dijalankan. Target percepatan itu diharapkan dapat tercapai dalam 3 hingga 4 tahun, bahkan jika memungkinkan lebih cepat.

Baca Juga:
Percepat Realisasi PLTS 100 GW, Bahlil Temui Perusahaan Solar PV di China

“Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera, dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurang waktu yang tidak lama. Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi dan karena itu Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini,” katanya.

Bahlil menjelaskan, percepatan transisi energi ini juga bertujuan mengurangi beban subsidi energi pemerintah. Salah satunya dengan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi PLTS.

“Dengan kita mengonversi dari PLTD diesel ke PLTS, itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita, dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pembagian motor dan mobil listrik,” kata dia.

Selain itu, pemerintah ingin mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil. Selama ini program konversi motor bensin menjadi motor listrik sudah berjalan dengan skala sekitar 200 ribu unit per tahun. Namun pemerintah menilai biaya teknologi konversi kini semakin murah sehingga program tersebut berpotensi diperluas.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta, jadi kesini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil.

Meski demikian, skema bantuan atau subsidi masih akan dibahas oleh Satgas yang baru dibentuk. “Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencananya lebih-lebih betul-betul presisi,” ujarnya.

Untuk target jumlah motor yang akan dikonversi pada 2026, Bahlil belum memberikan angka pasti karena tim Satgas masih menyusun rencana kerja.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi (energy storage) yang kemungkinan akan dibangun di wilayah Sumatera.

Namun ia belum merinci lokasi pastinya. Pulau Nipah disebut kemungkinan kecil menjadi lokasi karena keterbatasan luas wilayah. “Storage kemungkinan di Sumatera, tapi lokasinya masih akan kita cek lagi,” kata dia.  

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengiriman Motor Listrik Belum Bisa Pakai Kereta Api, Kemenhub Beberkan Alasannya
• 15 menit laluidxchannel.com
thumb
Jadwal Wakil Indonesia di Babak 16 Besar All England 2026, Ada Alwi dan Fajar/Fikri
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Nasib Mahmoud Ahmadinejad, Disebut Masih Hidup usai Dikabarkan Tewas akibat Serangan AS-Israel
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
KIM Indonesia Bukukan AUM Rp10,7 Triliun, Mayoritas dari Reksa Dana Fixed Income
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
AS Alami Kerugian Senilai Hampir 2 Miliar Dolar AS Akibat Serangan Iran
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.