Grid.ID - Momen pulang kampung atau mudik saat Lebaran tentu menjadi hal yang paling dinanti. Namun, bagi pasangan yang baru memiliki buah hati, melakukan perjalanan jarak jauh tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang.
Membawa Si Kecil menempuh perjalanan jauh sebenarnya sah-sah saja, asalkan usianya sudah mencukupi dan kesehatannya terjamin. Berdasarkan penuturan dr. Aulia Rusyda, SpA, dokter spesialis anak dari RS Lira Medika Karawang, bayi sudah boleh diajak bepergian ketika usianya mencapai satu bulan.
Kendati demikian, dr. Aulia sangat menyarankan orang tua untuk membawa buah hatinya mudik saat usianya sudah genap enam bulan. Pada usia enam bulan, bayi umumnya telah mendapatkan imunisasi dasar yang lebih lengkap sehingga daya tahan tubuhnya lebih kuat.
“Untuk persiapan mudik bayi ayah bunda yang punya bayi kecil, perjalanan jarak jauh akan aman bagi bayi berusia lebih dari 6 bulan ke atas,” kata dr. Aulia dalam sesi Live Instagram Doodle Exclusive Baby Care, dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Agar perjalanan pulang kampung berjalan lancar dan nyaman, berikut Grid.ID telah merangkum berbagai tipsnya:
1. Pastikan Kondisi Kesehatan Bayi Prima Sebelum Berangkat
Sebelum hari keberangkatan tiba, hal paling utama adalah memastikan Si Kecil dalam keadaan sehat bugar. Bila perlu, lakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) ke dokter anak untuk memastikan kesiapan fisik bayi.
Selain itu, cek kembali buku KIA atau status imunisasi anak. Apabila ada jadwal vaksinasi terdekat, sebaiknya lakukan penyuntikan 1 hingga 2 minggu sebelum berangkat.
Tujuannya, agar tubuh bayi memiliki waktu yang cukup untuk membentuk respons antibodi serta menghindari risiko rewel akibat efek samping pasca-imunisasi, seperti demam.
2. Siapkan Kotak Obat-obatan P3K Khusus Bayi
Membawa perlengkapan medis sangatlah krusial, terlebih jika buah hati memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan rutin.
“Untuk anak yang memiliki penyakit kronis, misalnya anak dengan diabetes melitus, pengobatan tuberkulosis, epilepsi, pastikan selama mudik, obat-obatan yang dibawa cukup,” tegas dr. Aulia.
Selain obat resep, orang tua juga wajib mengantisipasi risiko kembung atau masuk angin di perjalanan. Perubahan cuaca hingga posisi menyusui yang kurang pas akibat guncangan kendaraan bisa membuat udara rentan masuk ke perut bayi.
Apabila Si Kecil mulai rewel karena perutnya kembung, bisa memberikan pijatan I Love U (ILU) secara lembut. Gunakan minyak telon khusus bayi untuk melenturkan kulitnya sekaligus memberikan rasa hangat yang menenangkan.
3. Jangan Terpaku pada Target Waktu Perjalanan
Keinginan untuk segera bersua dengan keluarga di kampung halaman seringkali membuat kita ingin cepat-cepat sampai. Bahkan, tak jarang orang tua menargetkan durasi waktu tempuh mengemudi. Padahal, hal ini tidak disarankan jika membawa anak bayi.
“Kalau punya bayi kecil sebaiknya jangan menarget perjalanan berapa jam, karena kita harus mempertimbangkan kebutuhan bayi. Bayi setiap dua jam sekali butuh makanan, suasana yang nyaman, otot-otot yang bergerak leluasa. Kita bisa 2-3 jam sekali berhenti untuk memberikan nutrisi,” saran dr. Aulia.
Selain itu, selalu siapkan plan B alias rencana cadangan. Jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan ekstrem atau menangis tiada henti, segera hentikan perjalanan dan carilah tempat peristirahatan (rest area) yang nyaman.
4. Jadwalkan Istirahat Secara Berkala
Berkaitan dengan poin sebelumnya, bayi amat sangat butuh jeda istirahat dari perjalanan. Sangat disarankan untuk menepi setiap 2-3 jam sekali, terutama bagi bayi yang usianya masih di bawah satu tahun.
Manfaatkan waktu berhenti ini untuk membiarkan bayi meregangkan tubuh, mengganti popok yang penuh, atau menyusui dengan posisi yang rileks. Memberikan jeda rutin sangat ampuh untuk mencegah bayi merasa stres dan mabuk perjalanan saat mudik.
5. Perhatikan Kondisi Emosional dan Fisik Ibu
Mudik bawa bayi tidak hanya tentang Si Kecil, tapi kondisi ibu juga wajib dijaga ekstra. Kelelahan fisik dan suasana hati yang buruk (stres) selama di perjalanan bisa berdampak fatal pada kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI).
“Ibu yang stres, capek di perjalanan akan berisiko mengganggu produksi ASI dan berisiko dehidrasi,” jelas dr. Aulia.
Oleh karena itu, ayah juga harus sigap berbagi peran menjaga anak. Pastikan ibu tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup dan mendapatkan waktu tidur bergantian.
6. Bawa Stroller Lipat dan Mainan Favorit
Traveling jarak jauh akan terasa jauh lebih praktis jika berbekal stroller lipat (tipe cabin size). Kereta dorong yang ringkas ini sangat menghemat ruang di bagasi dan menjadi penyelamat agar tidak cepat pegal karena harus terus-menerus menggendong Si Kecil.
Terakhir, jangan sampai lupa menyelipkan mainan kesayangan ke dalam tas (diaper bag). Benda-benda seperti boneka, mainan kerincing yang berbunyi, atau buku bergambar bisa diandalkan sebagai alat pengalih perhatian saat bayi mulai merasa bosan dan rewel di dalam kendaraan.
Itulah dia deretan tips mudik bersama bayi yang wajib dipersiapkan jauh-jauh hari. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara dan kenyamanan Si Kecil.(*)
Artikel Asli



