Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebaran disinformasi di media sosial yang mengeklaim Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menolak tawaran mediasi dari pemerintah Indonesia. Narasi yang diunggah akun Instagram @indonesian.core tersebut dipastikan sebagai konten fitnah, karena faktanya pihak Kedutaan Besar Iran justru memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Presiden Prabowo Subianto.
“Faktanya, Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia justru menyampaikan apresiasi atas kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk berperan sebagai mediator dalam konflik tersebut,” demikian dikutip dari akun @cekfakta.ri, Kamis, 5 Maret 2026.
Narasi menyesatkan tersebut membangun kesan seolah hubungan diplomatik kedua negara memburuk. Padahal, dalam pernyataan resmi sebelumnya, Kedutaan Iran menegaskan sikap sebaliknya dengan menyambut baik niat baik Indonesia.
“Menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” tulis keterangan resmi Kedutaan Iran dikutip, Minggu, 1 Maret 2026.
Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus konsisten menyuarakan pentingnya dialog dan diplomasi. Hubungan erat ini juga ditunjukkan melalui penyampaian surat duka cita dari Presiden Prabowo Subianto atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Mohammad Boroujerdi pada Rabu, 4 Maret 2026. Langkah ini sekaligus membantah spekulasi negatif yang beredar mengenai keretakan hubungan diplomatik kedua negara.
Guna menghindari pengaruh narasi yang dapat memperkeruh situasi, masyarakat diminta untuk tidak mudah memercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya melalui sumber resmi dan tepercaya.
Editor: Redaksi TVRINews





