Iran Tunda Upacara Perpisahan Ayatollah Ali Khamenei di Tengah Ancaman israel

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Upacara untuk memperingati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran telah ditunda.

Penundaan dilakukan beberapa hari setelah ia dibunuh bersama anggota keluarganya dalam serangan udara gabungan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Kantor berita Tasnim mengutip seorang pejabat yang menyebutkan masalah logistik sebagai penyebab penundaan, termasuk permintaan dari orang-orang di berbagai provinsi untuk menghadiri upacara tersebut.

Baca Juga :

Menlu Araghchi: Trump Khianati Diplomasi dan Rakyat AS dengan Menyerang Iran

Persiapan pemakaman sedang berlangsung dan diperkirakan akan menarik banyak orang, dan, dengan itu, potensi ancaman serangan AS-Israel terhadap pertemuan duka cita massal. Sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.

Laporan ini muncul beberapa jam setelah Hojjatoleslam Mahmoudi, kepala Dewan Dakwah Islam Iran, awalnya mengatakan upacara perpisahan akan dimulai pukul 10.00 malam di Aula Doa Imam Khomeini di Teheran dan berlangsung selama tiga hari.

“Aula doa akan menerima pengunjung dan masyarakat dapat hadir dan mengambil bagian dalam upacara perpisahan dan sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,” kata Mahmoudi dalam komentar yang dimuat oleh media Iran, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis 5 Maret 2026.

Khamenei meninggal pada Sabtu, pada usia 86 tahun. Ia telah menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Khomeini, pendiri Iran pasca-Shah, yang memimpin revolusi negara tahun 1979.

Pemimpin tertinggi memegang otoritas tertinggi atas semua cabang pemerintahan, militer, dan peradilan, sekaligus bertindak sebagai pemimpin spiritual negara.

Ayatollah Ahmad Khatami, seorang ulama senior Iran yang merupakan anggota Dewan Penjaga dan Majelis Pakar yang berpengaruh, mengatakan bahwa negara itu hampir memilih pengganti almarhum Khamenei.

“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi pada kesempatan terdekat, kita hampir sampai pada kesimpulan, namun situasi di negara ini adalah situasi perang,” kata Khatami kepada televisi pemerintah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang AS-Israel dengan Iran, 3.960 Warga Jabar di Timur Tengah Menanti Evakuasi
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Daftar Raksasa Teknologi yang Perkuat AI Militer AS: Anthropic hingga Google
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hasil Riset: Industri Pindar Jadi Infrastruktur Penopang Likuiditas, Inklusi, dan Pertumbuhan
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Izin Cuma Dagang Umum Tapi Jual Miras, Outlet 'HMI' di Jakarta Barat Kena Segel Petugas
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Negara yang Sibuk Berpencitraan, tapi Lupa Mengurus yang Paling Dasar
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.