Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan Iran menolak diplomasi dengan musuh setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
  • Iran kini memilih mengambil langkah langsung di medan perang karena sudah kehilangan kepercayaan pada jalur negosiasi.
  • Kekosongan pemimpin akan diisi dewan sementara beranggotakan tiga pejabat hingga pemimpin baru dipilih secara konstitusional.

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan tegas terkait sikap negaranya setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Boroujerdi menyatakan bahwa Iran tidak lagi mempercayai jalur diplomasi atau negosiasi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi usulan pemerintah Indonesia yang berkeinginan menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Iran. Menurutnya, pengalaman masa lalu membuat Teheran enggan kembali menempuh jalur perundingan.

“Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum-kaum musuh dari kami, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi. Kami telah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya di tengah atau di ujung negosiasi, negara kami telah diserang,” tegas Boroujerdi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil langkah langsung di medan konflik.

"Untuk kali ini, kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang," ujarnya.

Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi

Terkait kekosongan posisi pemimpin tertinggi, Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran memiliki mekanisme konstitusional untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Ia menyebutkan bahwa jika Pemimpin Agung berhalangan tetap, kepemimpinan negara akan dijalankan oleh dewan sementara.

“Akan terbentuk sebuah dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan tiga orang, yaitu Presiden, Kepala Kekuasaan Yudikatif, dan salah satu anggota dari Dewan Penjaga Konstitusi,” jelasnya.

Baca Juga: Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei

Dewan tersebut akan menjalankan tugas hingga lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi baru melalui sidang resmi.

Saat ditanya mengenai kemungkinan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya setelah wafatnya Khamenei, Boroujerdi tidak merinci strategi yang akan ditempuh Iran. Namun, ia memberi sinyal bahwa respons tersebut akan terlihat melalui tindakan di lapangan.

“Berkaitan dengan akan dalam bentuk apa respon dan balasan Iran kepada kaum musuh, kita harus menyaksikan di lapangan. Mari kita menyaksikan di lapangan langkah balasan yang akan diambil oleh Iran," pungkasnya.

Hingga kini, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Sejumlah pihak internasional, termasuk Indonesia, masih berupaya mendorong de-eskalasi konflik meskipun Iran telah menyatakan sikap keras untuk memilih jalur pertempuran dibandingkan perundingan.

Reporter: Tsabita Aulia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Aturan Free Float 15 Persen, Instrumen Baru Disiapkan untuk Perkuat Pasar Modal RI
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
PSBS Paceklik Kemenangan di BRI Super League, Marian Mihail Sebut Timnya Tak Punya Jiwa dan Identitas
• 25 menit lalubola.com
thumb
Perang Timur Tengah dan Dilema Pekerja Migran Indonesia Ilegal
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Nusron Sebut Pakistan-UEA Dukung Penuh Niat Prabowo Mau Mediasi AS-Israel & Iran
• 44 detik lalukumparan.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini Kamis, 5 Maret 2026 di Pegadaian
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.