Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Jusuf Kalla, mengajak masjid di Indonesia untuk melaksanakan qunut nazilah pada Jumat, besok (6/3). Qunut dapat dibaca saat salat Jumat maupun saat salat sendiri.
"Ya, kita harap begitu (seluruh masjid di Indonesia). Jumatan kan, besok," kata Jusuf Kalla ditemui di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/3).
Wapres ke-10 dan 12 RI itu mengungkapkan alasan melaksanakan qunut nazilah, yakni untuk perdamaian di Timur Tengah.
"Kita mendoakan kedamaian di Timur Tengah. Khususnya bagaimana Iran itu dapat selamat, dapat damai, dan dapat kalau perlu memenangkan, jangan penyerang itu. Itulah yang kita doa, bagaimana Palestina, bagaimana perang antara Pakistan dan Afghanistan berhenti semua," kata JK.
Sebelumnya, Jusuf Kalla, selaku Ketum PP DMI menginstruksikan kepada jajarannya di seluruh Indonesia untuk melakukan qunut nazilah. Instruksi itu tertuang dalam surat dengan nomor 035.C/III/SE/PP-DMI/III/2026. Surat tersebut ditembuskan ke pimpinan DMI Pusat hingga daerah, organisasi otonom DMI, pengurus DKM dan takmir masjid dan musala se Indonesia, serta seluruh Umat Islam Indonesia.
"Sehubungan dengan semakin memprihatinkannya eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama akibat penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta terus terjadinya genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina, maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menyerukan/mengajak seluruh Pimpinan dan Anggota DMI, pengurus DKM/Takmir masjid/musala, serta umat Islam agar memanjatkan qunut nazilah di dalam rangkaian salat Jumat (maupun sendiri-sendiri) untuk mendoakan keselamatan negara dan bangsa Iran, Gaza Palestina, negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah, serta untuk kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," demikian instruksi yang ditandatangani oleh JK pada Kamis (5/3).
Sebelumnya, Israel bersama AS melakukan serangan ke sejumlah lokasi di Iran. Serangan itu berdampak pada gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Khamenei gugur pada Sabtu (28/2) dalam serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat. Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menarget sejumlah pangkalan militer AS di negara teluk.





