Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2026 terus meningkat. Hingga 4 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, sebanyak 2.118.756 tiket telah terjual dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan tingkat okupansi sementara mencapai 47,1 persen. Dengan demikian, masih tersedia sekitar 2,37 juta kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik.
“Secara umum ketersediaan tempat duduk masih ada. Kami mengimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa kereta api untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan tanggal-tanggal dengan okupansi yang masih rendah,” ujar Anne dikutip Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penjualan tiket didominasi oleh layanan kereta api jarak jauh. Hingga saat ini, tiket KA jarak jauh yang terjual mencapai 2.068.399 dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk atau setara dengan tingkat okupansi 57,9 persen.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal tercatat sebanyak 50.357 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau sekitar 5,4 persen.
"Tingkat keterisian pada layanan kereta api lokal diperkirakan akan meningkat menjelang hari keberangkatan karena pemesanan tiket biasanya dimulai sejak H-7," kata Anne.
KAI mencatat beberapa tanggal perjalanan kereta api jarak jauh masih memiliki tingkat keterisian yang relatif rendah,
Di antaranya 11 Maret 2026 (H-10) dengan 40.846 tiket terjual dari 159.404 kursi atau 25,6 persen, serta 12 Maret 2026 (H-9) dengan 60.419 tiket terjual dari kapasitas yang sama atau 37,9 persen.
Selain itu, pada periode arus balik terdapat pula tanggal dengan tingkat okupansi rendah, seperti 30 Maret 2026 (H+8) dengan 51.657 tiket terjual dari 163.432 kursi atau 31,6 persen.
Kemudian 31 Maret 2026 (H+9) sebanyak 33.785 tiket terjual dari 161.100 kursi atau 21 persen, serta 1 April 2026 (H+10) dengan 22.154 tiket terjual dari kapasitas 161.100 kursi atau 13,8 persen.
Tak hanya itu, KAI mencatat sejumlah rute juga menjadi favorit pemudik pada periode Lebaran tahun ini, di antaranya relasi Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, serta Jakarta–Surabaya. Meski demikian, pada sejumlah tanggal perjalanan kursi untuk relasi tersebut masih tersedia.
Selain rute favorit, KAI juga mencatat tiga stasiun keberangkatan dengan volume penumpang tertinggi pada masa angkutan Lebaran tahun ini, yakni Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, dan Stasiun Bekasi.
"Pola pemesanan tiket Lebaran cenderung meningkat secara bertahap dan diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran, serta kembali meningkat pada periode arus balik," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan berbagai alternatif perjalanan, seperti memilih jadwal keberangkatan yang berbeda, menggunakan relasi lain, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train).
KAI, lanjutnya, terus memantau perkembangan penjualan tiket sekaligus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia agar layanan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu bagi para penumpang.
Editor: Redaksi TVRINews





