Penulis: Darmawan
TVRINews, Riau
Penguatan peran perempuan dalam pengembangan produk turunan sawit dinilai penting untuk mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Upaya tersebut dibahas dalam workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha wanita perkebunan untuk ketahanan pangan keluarga di bidang oleofood yang digelar Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Wilayah Riau di Hotel Khas Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan yang mendapat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini diikuti pelaku usaha perempuan dari berbagai daerah. Workshop juga berlangsung melalui kolaborasi dengan Himpunan Hilirisasi Petani Sawit Indonesia (HAPSI).
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Pusat, Delima Hasri Azahari, menegaskan peningkatan kapasitas perempuan pengusaha di sektor perkebunan menjadi langkah penting agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurut Delima, pelaku usaha perempuan membutuhkan kolaborasi dan jejaring agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih tinggi.
"Kita ingin mereka tidak hanya bermain di pasar provinsi, tetapi juga mampu menembus pasar nasional, regional bahkan internasional. Karena itu kapasitas dan networking harus diperkuat," ujarnya dalam workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha wanita perkebunan untuk ketahanan pangan keluarga di bidang oleofood oleh GPPI Wilayah Riau.
Delima menambahkan, penguatan jejaring juga membuka peluang perluasan akses pasar sekaligus memperkuat rantai pasok produk berbasis sawit yang dihasilkan pelaku usaha perempuan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Reza Harry Bastian, menjelaskan peningkatan kapasitas pelaku usaha wanita perkebunan menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi oleofood sebagai sumber nilai tambah ekonomi keluarga.
"Bidang oleofood memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi inovasi produk, kualitas pengolahan hingga pemasaran. Karena itu kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antar pelaku usaha," jelas Reza.
Mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala Bidang Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Vera Virgianti, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pengembangan produk turunan sawit bernilai tambah tinggi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Vera menyebut berbagai produk yang ditampilkan menunjukkan potensi besar sawit di luar produk utama crude palm oil (CPO), mulai dari kerajinan berbahan limbah sawit hingga makanan berbasis margarin hasil olahan sawit. Ke depan, Riau diharapkan mampu menghasilkan lebih banyak produk turunan seperti sabun, kosmetik, hingga produk rumah tangga.
"Peran perempuan sangat penting karena ibu-ibu merupakan penopang keluarga sekaligus pelaku utama sebagian besar UMKM berbasis sawit. Jika bahan baku, industri, dan pelaku usaha berada dalam satu ekosistem daerah, maka nilai tambah ekonomi juga akan berputar di Riau," tutur Vera.
Editor: Redaktur TVRINews





