Tips Kelola Anggaran Mudik Biar Dompet Aman Setelah Lebaran

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mudik Lebaran sering kali menjadi pengeluaran tambahan bagi masyarakat yang merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Karena itu, perencanaan keuangan yang matang sangat diperlukan agar perjalanan mudik tidak mengganggu kondisi finansial setelah Lebaran.

Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Soetikno menyarankan untuk mengidentifikasi dan menghitung biaya mudik secara rinci. Mulai dari biaya transportasi, konsumsi, penginapan, salam tempel, hingga biaya rekreasi selama di kampung halaman.

Baca Juga
  • Sambut Idulfitri 1447 H, Dirut Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Mudik
  • Ribuan Masjid akan Buka 24 Jam Selama Mudik
  • Cara Bijak Kelola THR Bagi yang Lajang dan Berkeluarga

"Hitung dulu dan sesuaikan dengan kemampuan Anda. Jika memang uangnya cukup untuk memenuhi semua keperluan mudik, berarti alhamdulilah. Namun jika uangnya terbatas, maka anggarkan untuk kebutuhan utama mudik," kata Mike saat dihubungi Republika, Kamis (5/3/2026).

Ilustrasi mudik. - (Republika/Mardiah)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Mike mengatakan bahwa transportasi menjadi salah satu pos pengeluaran utama. Para pemudik juga bisa menyesuaikan moda transportasi yang sesuai kemampuan, apakah naik mobil pribadi, bus, kereta, atau pesawat.

Perihal penginapan, kata Mike, bagi sebagian pemudik, mungkin bisa gratis jika menginap di rumah orang tua atau saudara. Namun, jika tidak tersedia tempat menginap, biaya penginapan harus dimasukkan dalam perencanaan anggaran mudik.

"Bahkan jika menginap gratis, misalnya karena menginap di rumah saudara atau orang tua, tetap disarankan memberi kontribusi untuk biaya makan atau kebutuhan rumah tangga selama berada di sana," jelas Mike.

Selain itu, Mike juga menekankan pentingnya memperhitungkan biaya rekreasi atau liburan. Mudik sering dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga. Jika tidak diatur, kunjungan ke berbagai tempat bisa menjadi impulsif dan menambah beban anggaran, terutama jika harga tiket naik saat musim liburan.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ingin Ganti Rezim Iran Tanpa Kerahkan Pasukan Darat? Pakar: Itu Mustahil
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terminal Teluk Lamong Gandeng Kejari Tanjung Perak untuk Perkuat Hukum
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Benarkah Tempe Bisa Picu Gangguan Hormon pada Pria? Ini Kata Pakar
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kucing Muntah dan Lemas? Ini Langkah Pertolongan Pertamanya-Serius Ini Hewan?
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penukaran Uang Tunai di NTB saat Ramadan Capai Rp19,9 Miliar
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.