Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian sempat menegaskan bahwa percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hal itu sempat disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat 27 Februari 2026 lalu.
Advertisement
“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” tutur Tito.
Adapun saat ini, jumlah pengungsi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren penurunan signifikan sejak awal Ramadan.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR Pascabencana Sumatera, pada awal Ramadan atau 20 Februari 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 12.994 jiwa, terdiri atas 12.144 jiwa di Aceh dan 850 jiwa di Sumut. Sementara itu, Provinsi Sumbar telah nihil pengungsi di tenda.
Seiring percepatan penanganan di lapangan, jumlah tersebut terus menurun. Data terbaru pada Kamis (5/3/2026) pagi, menunjukkan jumlah pengungsi tersisa 6.873 jiwa, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumut.
Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, jumlah pengungsi telah berkurang sebanyak 6.121 jiwa atau 47,1 persen dari kondisi awal Ramadan.




