Isu Panas di F1 Australia: Hamilton Incar Juara Seri, Hingga Saling Tuduh Sandbagging

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir pekan ini ajang jet darat Formula 1 (F1) resmi memulai seri perdana musim 2026 di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (8/3/2026). Lantas, apa saja deretan isu panas yang menyertainya?

Mulai dari semangat para pembalap gaek, kejujuran Oscar Piastri si anak asli Australia, hingga saling tuduh di antara tim besar soal sengaja terlihat pelan saat sesi tes, atau akrab disebut sandbagging

Berikut Bisnis ulas beberapa isu panas yang menarik untuk diikuti, demi menambah keseruan menonton GP Australia akhir pekan nanti: 

Mercedes Favorit

Sebagian besar jajak pendapat di kalangan komentator maupun media sosial kerap menyebut Mercedes-AMG Petronas Formula One Team sebagai tim favorit di awal musim.

Duo Silver Arrows, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli disebut punya paket paling lengkap, kendati secara umum catatan waktunya di tes masih kalah tipis dari Ferrari. 

Baca Juga

  • Kejutan, Lewis Hamilton Gabung Ferrari pada F1 2025
  • Lewis Hamilton Pede Bisa Menang Lagi di F1 Tapi Butuh Waktu
  • Lewis Hamilton Dibayangi Ancaman Musim Terburuk di F1 2022

Namun, seperti halnya tim favorit, fenomena ini merupakan alarm waspada buat setiap pembalap senior. 

Mirip Lando Norris di McLaren musim lalu yang awal musim kalah pamor dengan rekan setimnya, kali ini kemampuan George menjinakkan Kimi pun akan semakin menjadi sorotan.

Pasalnya, pembalap muda asal Italia yang musim lalu baru debut di usia 18 tahun itu sukses menyajikan performa impresif dengan tiga kali podium, bahkan mengalahkan posisi Russell dalam beberapa seri. Antara lain, F1 GP Meksiko, Brasil, dan Qatar. 

Saling Tuduh Sandbagging

Masih dalam konteks betapa Mercedes terus disebut jadi favorit juara paruh awal musim, salah satunya karena mereka dianggap masih menyembunyikan 'pace murni' alias sengaja terlihat pelan. 

Juara dunia F1 musim 2021–2024 dari tim Oracle Red Bull Racing, Max Verstappen bahkan sempat menyebut George dan Kimi terlalu ekstrem menyembunyikan kemampuan mobilnya. 

Max pun menyindir fenomena tim rivalnya itu sebagai terlalu banyak strategi pengalihan, tidak niat balapan, sampai-sampai bertaruh bahwa Mercedes bisa menjadi yang tercepat dalam setiap trek lurus di Melbourne.

Menariknya, George pun sempat membalas hal serupa. Katanya, Red Bull terlalu pelan sampai justru terlihat mencurigakan.

Komentar itu telah dibalas lagi oleh Max dengan menekankan dirinya tak skan melakukan sandbagging, namun justru bekerja keras untuk benar-benar memaksimalkan tes demi menjadi yang terbaik.

Pada akhirnya, seiring memanasnya rivalitas dua pembalap, semakin menarik melihat rivalitas Red Bull dan Mercedes dan bagaimana pace murni mereka di Melbourne nanti.

Kejujuran Oscar Piastri

Sebagai pilot mobil juara dunia musim lalu sekaligus pembalap yang mampu menjadi penantang gelar sampai seri terakhir melawan Lando dan Max, si kalem Oscar Piastri kini punya banyak penggemar di seluruh dunia.

Pembalap Australia ini pun mendapat tekanan untuk menjadi juara di rumah sendiri. Namun, seperti biasanya Oscar yang suka jujur, tenang, dan selalu berkomentar layaknya anak baik-baik, komentarnya terbilang mengagetkan. 

"Sepertinya berat, karena kondisi kami [McLaren] sekarang, tidak seperti kami di sini 12 bulan lalu," ungkapnya dalam sesi wawancara jelang GP Australia baru-baru ini. 

Komentar Oscar itu menegaskan pendapat kalau tim warna pepaya tak lagi mobil dominan di tengah era regulasi baru. 

Beberapa berpendapat, McLaren masih di bawah Mercedes dan Ferrari kalau bicara soal pace murni. Benarkah demikian?

Pembuktian Pembalap Muda Red Bull

Kursi pembalap nomor dua Oracle Red Bull Racing alias rekan setim Max Verstappen, sampai sekarang masih berstatus tempat duduk terkutuk.

Pasalnya, belum ada lagi rekan setim Max yang bisa menjadi juara seri sejak Sergio Perez, dengan kemenangan terakhirnya bersama Banteng Merah terjadi di sirkuit jalan raya Kota Baku, Azerbaijan musim 2023.

Bahkan, sekalipun Perez berhasil menang di kursi panas tersebut dengan mengalahkan Max, itu pun hanya sanggup 5 kali dalam 4 tahun kariernya berseragam Red Bull.

Sebelum Perez, pembalap yang kini berseragam Atlassian Williams F1, Alex Albon pun mentok hanya punya catatan 2 podium, saat menghabiskan dua musim menjadi rekan setim Max era 2019–2020.

Kursi panas Red Bull juga sudah sempat diisi Pierre Gasly, Yuki Tsunoda, dan Liam Lawson. Ketiganya gagal menjawab ekspektasi, sehingga kini giliran pembalap muda Prancis, Isack Hadjar diminta menjajal kebolehannya bersaing sebagai rekan setim Max.

Isack pun harus bisa memenuhi ekspektasi, sebab andai gagal, sudah ada pembalap muda berbakat lain yang menanti untuk coba menduduki kursi panas: Arvid Lindblad, debutan tim satelit, Visa Cash App Racing Bulls F1 Team. 

Optimisme Hamilton 

Tujuh kali juara dunia F1 yang kini menjalani tahun keduanya bersama Scuderia Ferrari HP, Lewis Hamilton sedang mencoba bangkit di usianya yang kini menyentuh kepala empat.

Namun, penggemar Lewis bisa bernapas lega, sebab pembalap legendaris berkulit hitam perdana yang bisa sukses di F1 sampai diberi gelar 'sir' oleh kerajaan Inggris itu tampaknya lebih optimistis.

"Ini berbeda dengan tahun pertama, dan rasanya jauh lebih menyenangkan setelah menghabiskan satu tahun bersama tim, memahami budaya, dan menemukan cara untuk bekerja sama. Saya pikir kami berada di posisi yang baik dan saya merasa sangat menyatu dengan tim, jadi saya jauh lebih bahagia," ungkapnya di laman resmi F1.

Lewis mengaku lebih mengenal mobil musim ini, sebab dia sudah turut dilibatkan sebagai input pengembangan. Beda dengan tahun lalu, di mana dia harus beradaptasi total terhadap mobil yang sudah jadi.

"Tujuannya adalah untuk menang. Tentu itu yang diupayakan semua orang, setiap tim, tetapi itulah tujuan kami. Untuk memaksimalkan setiap peluang, untuk bisa bersaing di grup teratas, semoga di balapan-balapan awal," tambahnya.

Memang cukup janggal mendengar target mantan juara dunia adalah berjibaku memenangkan juara seri. 

Namun, sebagai pengingat, selama dua puluh tahun Lewis berkarier di F1, musim 2025 merupakan pertama kalinya pria kelahiran Januari 1985 itu menjalani setahun berjalan tanpa satu pun meraih podium.

Lewis paling banter hanya meraih posisi ke-4 dalam beberapa seri, antara lain F1 Italia, Austria, Inggris, dan Amerika Serikat. 

Paket mobil Ferrari yang kurang kompetitif tak bisa jadi alasan, sebab rekan setimnya, Charles Leclerc tetap bisa mencetak 7 kali podium.

Lantas, apakah Lewis bisa bangkit sejak seri perdana musim 2026?

Semangat Fernando Alonso

Pembalap paling gaek sekaligus juara dunia F1 musim 2005 dan 2006, Fernando Alonso menjadi sorotan karena mobil Aston Martin Aramco F1 Team terbilang gagal memenuhi ekspektasi penggemar.

Masalahnya, kendati ada insinyur legendaris Adrian Newey di balik pembuatan sasis, mobil tim hijau mengalami masalah yang pelik, yakni getaran terlalu ekstrem dari mesin Honda.

Bahkan baru-baru ini Adrian mengaku akan membatasi jumlah lap para pembalapnya saat latihan di Australia, demi menghindari dampak buruk getaran mobil terhadap kerusakan syaraf tangan mereka. 

Menariknya, Fernando justru menanggapi dengan begitu dingin, "kalau demi menjadi yang tercepat, saya harus merasakan getaran ekstrem sampai tiga jam sekalipun, saya siap." 

Sebagai pengingat, pria kelahiran Spanyol tahun 1981 itu sempat pensiun dari F1 pada musim 2018, namun comeback ke tim Alpine Renault pada musim 2021.

Kembali bersama tim yang sempat mengantarkannya menjadi juara dunia saat benderanya bernama Mild Seven Renault F1 Team itu di usia tak lagi muda, nyatanya Fernando bisa tetap tampil apik dan menyumbang satu podium.

Lantas, Fernando mulai berseragam hijau Aston Martin Aramco pada 2023 dan hingga kini total telah mampu menyumbang delapan podium, serta tiga kali meraih tambahan satu poin dari prestasi lap balapan terbaik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fenomena “Naga Menyedot Air” Muncul Saat Upacara Mulai Kerja Perusahaan di Guangdong, Tiongkok, Daya Hisapnya Mengejutkan 
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Kritik NATO, Kanada: Pakta Atlantik Utara harus lihat ke utara
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Imsak Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 6 Maret 2026
• 3 jam laludetik.com
thumb
Dampak Berlapis Konflik Iran vs AS-Israel ke RI, dari Ekonomi hingga Keamanan
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Viral! Ulat di Puding Menu MBG di SDN Tunjungsekar 3 Malang, Sekolah Tarik Seluruh Puding
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.