Spanyol Tetap Menolak Keras Terlibat Menyerang Iran Meski Terima Tekanan Dari AS

narasi.tv
1 jam lalu
Cover Berita

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menunjukkan sikap tegas dan menolak keras "tunduk" terhadap keterlibatan negaranya dalam eskalasi milliter di Timur Tengah dan tetap menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.

Dalam pernyataannya, yang dibagian lewat video di X, platform media sosial milik AS, Sanchez menyatakan dengan tegas posisi Spanyol "tidak untuk berperang".

Ia menekankan bahwa Spanyol tidak akan "terlibat" dalam tindakan kekerasan yang hanya akan memperburuk situasi global.

Sanchez berpandangan bahwa negara tidak seharusnya tunduk pada tekanan untuk berperang hanya karena ketakutan akan konsekuensi tertentu.

Sambil mengecam rezim Iran atas penindasan terhadap warganya, ia menegaskan bahwa suatu tindakan ilegal tidak dapat dibalas dengan tindakan ilegal lainnya, merujuk pada serangan "sepihak" yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel.

Ketegangan hubungan Spanyol dan AS

Penolakan Spanyol untuk terlibat dalam serangan ke Iran tidak hanya didasarkan pada pertimbangan politik, tetapi juga pada pertimbangan moral yang kuat.

Sanchez juga menegaskan bahwa militer Spanyol bekerja "siang dan malam" untuk mengoorsinasikan "mekanisme evakuasi" bagi warga di wilayah tersebut.

"Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami dan karena pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol," ujar Sanchez menyimpulkan.

Ketegangan antara AS dan Spanyol meningkat karena Madrid tidak hanya mengecam serangan terhadap Iran, tetapi juga menolak permintaan Washington untuk menggunakan pangkalan militer Spanyol sebagai basis pelaksanaan serangan tersebut.

Respon pemerintah Spanyol terhadap ultimatum Trump

Perdana Menteri Sanchez dan Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares dengan tegas membantah adanya kesepakatan untuk bekerja sama secara militer dengan AS menyusul ketegangan terkait akses pangkalan di tengah serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Albares membantah klaim yang dibuat oleh Gedung Putih, ia menyampaikan kepada radio Cadena SER.

"Posisi Pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran, mengenai penggunaan pangkalan, tidak berubah sedikit pun,” ungakp Albares.

Penolakan tersebut disampaikan seletah Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Spanyol disebut telah menyatakan kesiapan untuk bekerja sama. Pernyataan itu disampaikan menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana "memutus seluruh hubungan perdagangan" dengan negara sekutu di Eropa tersebut.

Ultimatum tersebut disampaikan Trump setelah Madrid melarang AS menggunakan pangkalan di wilayah Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaksi Iran Usul Mediasi Presiden Prabowo, Dubes Boroujerdi: Kami Sudah Tidak Percaya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Dirjen AHU Ungkap Transformasi Digital dalam Praktik Kenotariatan & Pertanahan
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Menag soal Takbiran di Bali Saat Nyepi: Tak Ada Sound, Sampai Jam 9 Malam
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Aturan, Wamendagri: Makanya Belajar
• 11 jam laludetik.com
thumb
Buntut Kasus di Makassar, Mabes Polri Pastikan Evaluasi Penggunaan Senpi
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.