Dubes Iran Tolak Tawaran Mediasi dengan AS: Kami Akan Perang Sampai Menang

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali menegaskan bahwa Teheran menolak tawaran mediasi sejumlah negara dalam meredakan eskalasi konflik Timur Tengah karena Iran tidak akan berunding dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Dubes Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis, merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyatakan Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.

Baca Juga :
Waketum MUI Minta RI Keluar dari Board of Peace, Apa Alasannya?
Gus Yahya Desak Prabowo Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS-Iran

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi.

Dubes Iran Untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (Doc: Istimewa)
Photo :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Diplomat itu menegaskan bahwa Iran telah melalukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali, dan selalu berujung Washington yang melanggar perjanjian atau melancarkan serangan.

Dia merinci, negosiasi pertama terkait nuklir yang telah mencapai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran yang dicapai pada 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia. AS kemudian menarik diri dari perjanjian

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.

Adapun negosiasi ketiga adalah yang ketika itu berlangsung dengan Oman bertindak sebagai mediator.

Delegasi Iran dan AS sedang melakukan negosiasi tak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya operasi militer AS-Iran dilancarkan.

Merujuk pada negosiasi yang berakhir di tengah jalan, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa untuk kali ini, Iran tidak akan membuka ruang negosiasi dan akan memperjuangkan kemenangan Iran.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Selain Indonesia, Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyampaikan kesiapan untuk menjadi mediator.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin menawarkan untuk bertindak sebagai perantara dengan menyampaikan keluhan UEA tentang serangan tersebut kepada Iran.

Baca Juga :
AS Revisi Lagi Batas Waktu Operasi Militer ke Iran Jadi 100 Hari, Ada Apa?
Dubes Iran: Ali Khamenei Telah Fatwakan Nuklir Haram, tapi Tetap Dibunuh
Seberapa Mematikan Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran? Ini Kemampuan dan Jangkauannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan 2 Orang
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Aksi Maling Angkat Motor dari Gang Sempit di Serpong Viral, Polisi Selidiki
• 22 jam laludetik.com
thumb
Rekomendasi Ngabuburit di Surabaya Timur: Bazar Ramadan YKP dengan Aneka Wahana
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mobilitas untuk Semua: Mewujudkan Transportasi Publik yang Inklusif di Semarang
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tito Tegaskan Penambahan TKD Tembus Rp10,6. T untuk Percepatan Pemulihan 
• 1 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.