Inflasi Bulanan di Yogyakarta setara Laju Inflasi Nasional, Ini Pendorongnya

bisnis.com
23 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) D.I. Yogyakarta mencatat bahwa inflasi Yogyakarta mencapai 4,91% (year on year/YoY) pada Februari 2026, dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 110,50. Secara bulanan, inflasi Yogyakarta mencapai 0,68% (month to month/MtM) per Februari 2026.

Plt. Kepala BPS D.I. Yogyakarta Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan bahwa laju inflasi bulanan Yogyakarta pada Februari 2026 sama persis dengan tingkat inflasi nasional. Sementara itu, laju inflasi tahunan cukup tinggi.

“Untuk year on year memang terlihat cukup tinggi, nasional pun juga cukup tinggi karena seperti yang disampaikan tadi adalah low base effect,” tutur Endang, dikutip pada Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, andil terbesar untuk inflasi Yogyakarta secara tahunan adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 2,42%; lalu perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,42%; serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,71%.

“Kalau kita lihat kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga terutama tarif listrik pada 2026 ini tidak ada diskon. Tahun lalu itu ada kenaikan atau diskon 50% untuk tarif listrik di bulan Februari—Maret untuk pasca bayar maupun di pra-bayar, sekarang untuk tahun 2026 ini sudah kembali normal. Yang cukup tinggi itu ada di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sekali lagi ini karena memang tarif emas yang secara global mengalami kenaikan yang cukup tajam,” tambah Endang.

Lebih lanjut, berdasarkan komoditasnya, terdapat lima komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar di D.I. Yogyakarta mulai dari komoditas tarif listrik dengan andil inflasi sebesar 2,32%. Diikuti dengan emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 1,37%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,17%, daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,10%, dan bawang merah dengan andil sebesar 0,06%.

Baca Juga

  • BPS: Normalisasi Harga Listrik dan Inflasi Emas penyebab Utama Inflasi Februari 2026
  • Harga Terus Melambung, Emas Alami Inflasi selama 30 Bulan Beruntun

“Berdasarkan komoditas ada tarif listrik 2,32%, emas perhiasan 1,37% kalo kita lihat memang emas perhiasan itu selalu nangkring sebagai penyebab inflasi. Kemudian ada beras dengan andil sebesar 0,17%, dulu beras ada di peringkat 1—2 sekarang sudah cukup stabil harganya. Lalu daging ayam ras sebesar 0,10% dan bawang merah sebesar 0,06%,” katanya.

Di sisi lain, pada bulan Februari 2026, kedua kota IHK di D.I. Yogyakarta mengalami inflasi secara tahunan. Di Kabupaten Gunungkidul inflasi secara tahunan tercatat sebesar 4,70% dengan IHK sebesar 109,47. Sementara itu, di Kota Yogyakarta inflasi secara tahunan tercatat sebesar 5,19% dengan IHK sebesar 111,77

“Kalau kita lihat dua kota inflasi di D.I. Yogyakarta, yakni Kabupaten Gunungkidul secara year on year tercatat sebesar 4,70% lebih rendah dibandingkan Kota Yogyakarta yang tercatat sebesar 5,19%. Secara month to month, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi sebesar 0,66% sedangkan Kota Yogyakarta sebesar 0,72%,” jelas Endang. (Fadya Jasmin Malihah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat, Ini Standar Baru tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkot Jambi Data Santri Penerima MBG
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Mudik 2026: Petugas Uji Kelayakan Bus Pakupatan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Berkas Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Sugiri Lengkap, KPK Limpahkan ke Jaksa
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.