jpnn.com, JAKARTA - Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara bergabungnya Indonesia dalam Dewan Keamanan atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut dia, Indonesia adalah negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan.
BACA JUGA: Indonesia Didesak Keluar dari BoP, Begini Jawaban Menlu Sugiono
Di pembukaan UUD'45, Indonesia berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan keperdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbulkan satu pertanyaan yang mengganggu,” ucap Anies melalui akun Instagram, Kamis (5/3).
BACA JUGA: Singgung Amanat Konstitusi, Kang TB Minta Pemerintah Bawa Indonesia Keluar dari BoP
“Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam? Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian,” lanjutnya.
Namun, Anies menuturkan bahwa ketuanya, yaitu Presiden Trump justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel.
BACA JUGA: Menlu Sugiono Sambut Baik Terbentuknya Kantor Penghubung Palestina dengan BoP
Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan dan dengan level korban sampai ke kepala negara.
“Bagaimana mungkin Dewan Perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia? Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja,” kata dia.
Eks calon presiden 2024 itu bilang, bahwa sebagai negara yang bebas aktif seharusnya memiliki kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan, bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya.
Maka, Indonesia seharusnya bisa menggunakan momentum serangan ke Iran untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas.
“Dan keluar dari Board of Peace bukan tindakan antiperdamaian, itu adalah cara kita menunjukkan bebas aktif bukan soal mendekat ke pusat-pusat kekuasaan, tetapi soal kesetiaan pada nurani bangsa,” tutur Anies. (mcr4/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Khusus Prabowo untuk Rakyat Indonesia
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




