Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengajak para tokoh ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk satu barisan dalam menghadapi gejolak geopolitik global.
Prabowo menyampaikan ajakan itu saat menggelar pertemuan dan diskusi dengan para tokoh ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3) pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB, yang terbagi dalam dua sesi.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan pertemuan tersebut diisi dengan diskusi intensif mengenai kondisi geopolitik global serta situasi ekonomi nasional.
"Jadi, tadi dari jam 4 (sore), sampai buka puasa, Bapak Presiden didampingi oleh Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi), sama Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan), sama Pak Ketua MPR (Ahmad Muzani) melakukan diskusi intensif dengan tiga tokoh ulama dan tokoh Islam di Indonesia," kata Nusron.
Ia menjelaskan tiga tokoh yang hadir dalam sesi pertama adalah Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua bersama pimpinan ormas Islam, tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.
Baca juga: Prabowo undang ulama bangun kebersamaan hadapi kondisi global
Nusron mengatakan sekitar 86 pimpinan ormas Islam hadir dalam pertemuan tersebut.
Adapun pimpinan pondok pesantren yang hadir, antara lain pimpinan Pondok Pesantren Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Pesantren Ploso K.H. Nurul Huda Jazuli, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz, serta perwakilan dari Pondok Pesantren Lirboyo, Darunnajah, dan Al-Bahjah.
Menurut Nusron, dalam diskusi tersebut, Presiden menjelaskan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Selain itu, Presiden juga memaparkan kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri serta langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global, termasuk potensi krisis pangan dan energi.
Baca juga: Paparan tiga jam di Istana, Prabowo dan ulama bahas geopolitik global
Pada kesempatan itu, Prabowo menjelaskan kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk terkait kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Menurut Nusron, kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat dan menghindari potensi tarif tinggi terhadap ekspor Indonesia.
Dari pertemuan tersebut, para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah serta mendukung upaya Presiden dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong perdamaian global.
"Kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," kata Nusron.
Ia juga menyebut Presiden tengah mengupayakan langkah diplomasi untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan membuka jalur komunikasi dengan Iran.
Menurut Nusron, langkah tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara Islam lainnya, seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Baca juga: Prabowo bahas eskalasi di Teluk saat buka puasa dengan ormas Islam
Baca juga: Prabowo berbuka puasa bersama pimpinan Muhammadiyah, NU, MUI di Istana
Prabowo menyampaikan ajakan itu saat menggelar pertemuan dan diskusi dengan para tokoh ulama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3) pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB, yang terbagi dalam dua sesi.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan pertemuan tersebut diisi dengan diskusi intensif mengenai kondisi geopolitik global serta situasi ekonomi nasional.
"Jadi, tadi dari jam 4 (sore), sampai buka puasa, Bapak Presiden didampingi oleh Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi), sama Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan), sama Pak Ketua MPR (Ahmad Muzani) melakukan diskusi intensif dengan tiga tokoh ulama dan tokoh Islam di Indonesia," kata Nusron.
Ia menjelaskan tiga tokoh yang hadir dalam sesi pertama adalah Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua bersama pimpinan ormas Islam, tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.
Baca juga: Prabowo undang ulama bangun kebersamaan hadapi kondisi global
Nusron mengatakan sekitar 86 pimpinan ormas Islam hadir dalam pertemuan tersebut.
Adapun pimpinan pondok pesantren yang hadir, antara lain pimpinan Pondok Pesantren Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Pesantren Ploso K.H. Nurul Huda Jazuli, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz, serta perwakilan dari Pondok Pesantren Lirboyo, Darunnajah, dan Al-Bahjah.
Menurut Nusron, dalam diskusi tersebut, Presiden menjelaskan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Selain itu, Presiden juga memaparkan kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri serta langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global, termasuk potensi krisis pangan dan energi.
Baca juga: Paparan tiga jam di Istana, Prabowo dan ulama bahas geopolitik global
Pada kesempatan itu, Prabowo menjelaskan kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk terkait kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Menurut Nusron, kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat dan menghindari potensi tarif tinggi terhadap ekspor Indonesia.
Dari pertemuan tersebut, para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah serta mendukung upaya Presiden dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong perdamaian global.
"Kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," kata Nusron.
Ia juga menyebut Presiden tengah mengupayakan langkah diplomasi untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan membuka jalur komunikasi dengan Iran.
Menurut Nusron, langkah tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara Islam lainnya, seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Baca juga: Prabowo bahas eskalasi di Teluk saat buka puasa dengan ormas Islam
Baca juga: Prabowo berbuka puasa bersama pimpinan Muhammadiyah, NU, MUI di Istana





