Jakarta, VIVA – MD Pictures akhirnya merilis teaser poster dan trailer perdana film Children of Heaven, adaptasi sinema legendaris Iran karya Majid Majidi yang pertama kali tayang pada 1997. Film versi Indonesia ini disutradarai Hanung Bramantyo dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen Idul Adha.
Di balik peluncuran trailer ini, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Produser Manoj Punjabi mengungkap bahwa MD Pictures butuh waktu hampir satu dekade untuk mendapatkan hak adaptasi film besutan Majid Majidi tersebut. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Cerita ini kami sudah kejar dari tujuh sampai delapan tahun, bahkan 10 tahun. Kita coba terus tidak dapat-dapat, akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Saya bersyukur dan ini sesuai ekspektasi saya. Jarang kalau kita adaptasi film ada benchmark-nya, tapi saya bisa bilang Anda semua tidak akan kecewa,” kata Manoj Punjabi di Jakarta.
Hanung Bramantyo menegaskan tantangan terbesar dalam menggarap Children of Heaven versi Indonesia adalah menjaga ruh cerita aslinya, tanpa terjebak mengeksploitasi kesedihan demi air mata penonton.
“Sebagaimana yang dipesankan oleh kreatornya, Majid Majidi, film ini tidak boleh mengeksploitasi kesedihan dan kemiskinan. Justru di tengah keterbatasan, kita harus menunjukkan martabat sebagai manusia. Itu yang saya lihat dalam film-film Iran. Mereka bangga menjadi diri sendiri meskipun serba kurang,” jelas Hanung.
Semarang Era 1980-an Jadi Latar Cerita
Agar tetap dekat dengan semangat cerita aslinya, Hanung dan tim memilih Semarang pada dekade 1980-an sebagai latar waktu dan tempat film ini. Pilihan itu bukan tanpa alasan, di era tersebut, sepatu masih menjadi barang yang jauh dari jangkauan keluarga sederhana.
Manoj menjelaskan alasan tim produksi tidak memindahkan cerita ke setting masa kini.
“Zaman sekarang semua punya HP. Kemiskinan yang ada di film ini bukan itu poin yang mau disampaikan. Kita tidak mau memeras emosi yang tidak benar. Keputusan bersama adalah ambil setting 80-an. Zaman itu sepatu adalah barang mewah, luxury,” ungkap Manoj.





