Danantara Mulai Tata Ulang BUMN, Fokus Benahi Aset hingga Laba

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memulai penataan ulang tata kelola perusahaan milik negara melalui program governance reset yang mencakup penguatan fundamental dan evaluasi kualitas aset BUMN.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses transisi dan konsolidasi manajemen dalam pengelolaan portofolio BUMN, yang kini berada di bawah Danantara.

Melalui entitas holding operasionalnya, Danantara Asset Management (DAM) bakal mengkaji secara menyeluruh dan terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Evaluasi ini meliputi kebijakan akuntansi, kualitas serta pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola, hingga penerapan manajemen risiko yang terintegrasi untuk memastikan standar pengelolaan semakin selaras dengan praktik terbaik.

Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, mengatakan program penguatan tersebut sebelumnya telah dimulai pada kelompok perusahaan karya dan kini diperluas secara bertahap ke berbagai sektor lain dalam portofolio BUMN.

Fokus utamanya adalah normalisasi dan peningkatan kualitas aset, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat, wajar, dan terkini sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Rohan menekankan penguatan fundamental keuangan BUMN berbasis pada kualitas laba (earnings quality). Perusahaan pelat merah didorong untuk menjaga pertumbuhan EBITDA secara berkelanjutan, disiplin dalam belanja modal, dan mempertahankan struktur permodalan yang sehat.

Mencakup pula optimalisasi return on assets (ROA), perbaikan margin operasional, peningkatan kemampuan memenuhi kewajiban finansial, serta pengelolaan likuiditas yang lebih konservatif dan terukur. Pengelolaan BUMN bakal lebih berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka panjang.

"Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel," ujar Rohan melalui keterangan tertulis, Kamis (5/3).

"Fokus kami adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara. Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBB Soroti Eskalasi Kekerasan di Timur Tengah yang Tingkatkan Korban Sipil dan Ganggu Operasi Kemanusiaan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
OJK Buka Suara Soal Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jumlah Pengungsi Pascabencana Sumatera Menyusut 47,1 Persen Selama Ramadan
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Tuntut Punya Hak Suara Tentukan Pemimpin Tertinggi Iran, Tolak Mojtaba Khamenei
• 19 menit laluviva.co.id
thumb
Piala Asia Wanita 2026: Australia & Korsel Melaju ke Perempat Final
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.