jpnn.com - JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy berbagi informasi, mengungkap pernyataan Presiden Prabowo dalam silaturahmi dan buka puasa bersama ulama, pimpinan organisasi masyarakat dan pimpinan pondok pesantren yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Menurut Muhadjir, dalam forum itu Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusannya membawa Indonesia bergabung dalam negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) sudah melalui proses panjang dan dibicarakan dengan pimpinan negara di kawasan Teluk.
BACA JUGA: Anies Pertanyakan Gabungnya Indonesia di BoP
"Beliau (Prabowo) menegaskan bahwa keterlibatan di BoP sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," kata Muhadjir.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu, Presiden Prabowo memberikan perincian soal keanggotaan Indonesia di BoP, terutama di tengah eskalasi konflik di Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
BACA JUGA: Anies Sebut Serangan Israel-AS ke Iran sebagai Momentum Indonesia Keluar dari BoP
BACA JUGA: Jika Ditinggal Prabowo, Gibran Bisa Jadi Pendamping Anies, Purbaya, atau AHY
Prabowo, kata Muhadjir, menegaskan bahwa keterlibatannya di BoP merupakan strategi yang sudah dipilih yang disebutnya sebagai berjuang dari dalam atau strategy from within.
Strategi itu dipilih Prabowo sebagai bentuk perjuangan Indonesia dalam upaya menciptakan perdamaian dan pengakuan kemerdekaan Palestina dari dalam forum BoP.
"Strategi yang beliau pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi, setelah selama ini berada di luar, sekarang mencoba berjuang dari dalam," kata Muhadjir.
Dia pun meyakini keputusan Prabowo bergabung BoP tetap berada dalam koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan kemerdekaan atas Palestina.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian melalui Solusi Dua Negara antara Palestina dan Israel, serta poin-poin perjanjian dalam BoP.
Di sisi lain, keputusan Prabowo membawa Indonesia masuk ke BoP masih menjadi kontroversi di dalam negeri.
Beragam sudut pandang yang berbeda muncul, salah satunya dari mantan calon presiden Anies Baswedan. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




