Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan upaya negosiasi dari Iran. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkannya ke Teheran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah dihubungi untuk membahasa kemungkinan kesepakatan dengan Iran. Teheran menurutnya mulai mencari cara untuk meredakan konflik setelah serangkaian serangan yang menargetkan kemampuan militer negara tersebut.
Baca Juga: Diungkap Trump, Negara Ini Akan Jadi Sasaran Baru Amerika Serikat Usai Konflik dengan Iran
“Mereka menelepon dan bertanya, ‘bagaimana kita membuat kesepakatan?’ Saya bilang kalian sedikit terlambat,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.
Trump juga menegaskan operasi militernya telah memberikan pukulan besar terhadap kekuatan militer dari Iran. Ia mengatakan serangannya berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal dan drone milik Teheran.
Trump juga mengklaim angkatan laut negara tersebut telah mengalami kerugian besar selama konflik berlangsung, salah satunya melalui tenggelamnya kapal perang dari Iran di Sri Langka.
“Angkatan laut mereka sudah tidak ada lagi. Kami menenggelamkan 24 kapal dalam tiga hari,” kata Trump.
Serangan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa hari terakhir memicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Teheran telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target dalam kawasan, termasuk fasilitas militer dan diplomatik milik Amerika Serikat.
Sejak konflik pecah, jumlah korban terus meningkat. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran. Dari jumlah korban tersebut, 175 diantaranya adalah siswi dan staf sekolah yang menjadi korban serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.
Baca Juga: 30 Kapal Iran Ditenggelamkan Amerika Serikat: Serangan Rudal Teheran Turun 90%
Di Lebanon, sedikitnya 77 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berkaitan dengan konflik tersebut. Sementara itu, ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dari Beirut.





