Sidang Dua Sesi Partai Komunis Tiongkok Dibuka, Beijing Tegang Hingga Ketidakhadiran Ma Xingrui Picu Spekulasi

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Di tengah guncangan rezim Iran dan meningkatnya konflik internal di Zhongnanhai, Dua Sesi (Liang Hui)  Partai Komunis Tiongkok (PKT) dibuka pada 4–5 Maret. Video yang beredar di internet menunjukkan situasi Beijing sangat tegang; bahkan jembatan penyeberangan pejalan kaki dijaga petugas. Apa saja sorotan pada hari pertama sidang ini menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan.

EtIndonesia. Pada 4 Maret 2026, sidang ke-4 Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) ke-14 dibuka di Beijing. Siaran langsung dari media corong pemerintah CCTV menunjukkan bahwa anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok  Ma Xingrui dan Wakil Ketua CPPCC Chen Wu tidak hadir. Keduanya sebelumnya juga beberapa kali absen dari pertemuan penting.

Di antara keduanya, Ma Xingrui sejak mundur dari jabatan Sekretaris Partai Xinjiang pada Juli tahun lalu telah berulang kali tidak muncul di acara penting. Rumor mengenai kemungkinan kejatuhannya terus beredar, tetapi hingga kini pihak berwenang belum memberikan penjelasan resmi.

Kolumnis Epoch Times, Wang He, mengatakan bahwa Ma Xingrui memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Xi Jinping. Bahkan istri mereka disebut sebagai sahabat dekat.
Menurut Wang, jika Ma Xingrui disingkirkan, itu sama saja dengan menyentuh kepentingan Xi Jinping. Kecuali ada bukti kuat yang dipegang oleh kekuatan anti-Xi yang memaksa Xi untuk memutuskan hubungan dengannya, jika tidak, situasi ini kemungkinan akan terus mengalami kebuntuan.

Komentator politik yang bermukim di AS, Chen Pokong, mengatakan bahwa karena Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan berulang kali melindungi Ma Xingrui dan bahkan berharap masalahnya dapat diselesaikan secara “soft landing”, maka hingga kini kasus tersebut belum diumumkan secara terbuka.

Menjelang Dua Sesi, pembersihan internal PKT terus meningkat, dan militer menjadi sektor yang paling terdampak. Pada 26 Februari, sembilan jenderal dari angkatan laut, darat, udara, serta pasukan dukungan informasi dicabut statusnya sebagai delegasi Kongres Rakyat Nasional.

Namun, mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia, yang sebelumnya dilaporkan “sedang diselidiki”, tidak termasuk dalam daftar pencabutan tersebut.

Pada 4 Maret, surat kabar militer PKT melaporkan bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Shengmin telah diangkat menjadi kepala delegasi Pasukan Polisi Bersenjata. Pada hari yang sama, Zhang Shengmin menyatakan dalam sidang bahwa mereka harus “memusatkan upaya pada latihan tempur dan kesiapan perang” serta “meningkatkan posisi politik”.

Wang He mengatakan bahwa setelah kabar jatuhnya Zhang Youxia, kepemimpinan militer PKT sebenarnya sedang terpecah. Meskipun Xi Jinping telah memegang kendali militer selama lebih dari sepuluh tahun, pengaruhnya di dalam militer tidak terlalu kuat.

Kini Zhang Shengmin, sebagai satu-satunya anggota Komisi Militer Pusat yang tersisa, menyerukan agar semua pihak meningkatkan “posisi politik”, yang pada dasarnya berarti meminta mereka untuk berpihak kepada Xi Jinping.

Warga Beijing mengungkapkan bahwa menjelang penyelenggaraan Dua Sesi, jembatan penyeberangan di kota itu dijaga selama 24 jam. Beberapa netizen bahkan bercanda dengan mengatakan: “Pemimpin Iran Ali Khamenei sudah tiada, sehingga Zhongnanhai menjadi seperti burung yang ketakutan, melihat rumput dan pohon pun dianggap musuh.”

Chen Pokong mengatakan bahwa di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, PKT menghadapi tekanan baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam situasi seperti itu, Dua Sesi dibuka dengan pengamanan yang sangat ketat—“tiga langkah satu penjaga, lima langkah satu pos”.

Beberapa hari lalu, pemimpin Iran yang telah berkuasa lebih dari 30 tahun, Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel saat sedang mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat militer. Saat ini situasi politik Iran tengah mengalami perubahan besar dan ketidakstabilan.

Pengamat menilai bahwa bagi PKT—sekutu strategis Iran—peristiwa ini merupakan pukulan ganda, baik secara politik maupun ekonomi, dan juga membayangi jalannya Dua Sesi.

Menurut Wang He, tindakan Amerika Serikat terhadap Iran menunjukkan kekuatan militer Amerika yang sangat besar. Kekuatan tersebut, katanya, belum dapat ditandingi oleh PKT saat ini. Karena itu, dampak psikologis terhadap para pejabat dan delegasi Dua Sesi tidak dapat diperkirakan besarnya.

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Tang Rui.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rem Blong, Truk Tabrak Motor dan Mobil di Exit Tol Bawen, 1 Tewas
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Solusi Transportasi Nyaman Bersama Rental Mobil Bali Get&Ride
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Hujan Lebat Disertai Petir Masih Berpotensi Landa Sebagian Jatim Hari Ini
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bidan di OKI Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Balita
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Sambut Lebaran di Sumut, KAI Bandara Siapkan 361.000 Kursi
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.