Hikmahanto Ungkap 5 Faktor Penentu Cepat atau Lama Perang AS-Israel vs Iran

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai, ada sejumlah faktor yang akan menentukan cepat atau lamanya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Menurut Hikmahanto, konflik yang kini memasuki minggu kedua itu dipengaruhi setidaknya oleh 5 variabel utama.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memprediksi perang dapat selesai dalam 4-5minggu. Namun, Iran menyatakan siap menghadapi serangan selama diperlukan untuk mempertahankan kedaulatannya.

“Setidaknya ada lima variabel yang menentukan cepat atau lamanya perang,” kata Hikmahanto dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Stamina Militer

Faktor pertama adalah stamina dari masing-masing pihak yang berperang.

Stamina tersebut berkaitan dengan ketersediaan sumber daya militer seperti rudal, drone, pesawat tempur, jumlah prajurit, hingga kemampuan anggaran untuk membiayai perang.

Semakin besar sumber daya militer yang dimiliki, semakin lama suatu negara dapat mempertahankan operasi militernya.

Dukungan Politik dan Rakyat

Faktor kedua adalah dukungan dari dalam negeri, baik dari kalangan politisi maupun masyarakat.

Menurut Hikmahanto, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan perang sangat dipengaruhi oleh dukungan politik domestik.

“Ini penting karena pihak yang memiliki kewenangan menghentikan atau melanjutkan perang sangat bergantung pada dukungan politisi dan rakyat,” ujarnya.

Keterlibatan Negara Lain

Faktor ketiga adalah kemungkinan keterlibatan negara lain dalam konflik tersebut.

Hikmahanto menilai, sejumlah negara Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman berpotensi berada di satu sisi, sementara Rusia, China, bahkan Korea Utara bisa berada di sisi lain.

Keterlibatan lebih banyak negara berpotensi membuat konflik semakin luas dan berkepanjangan.

Reaksi Dunia Internasional

Variabel keempat adalah respons dunia internasional. Jika perang berlangsung lama, bukan tidak mungkin muncul tekanan global seperti isolasi diplomatik atau embargo terhadap pihak yang terlibat konflik.

Di era digital, tekanan juga dapat muncul dari opini publik global dan berbagai gerakan solidaritas di berbagai negara.

Peran Mediator

Faktor terakhir adalah adanya negara atau pihak ketiga yang bersedia menjadi mediator.

Menurut Hikmahanto, mediator biasanya muncul ketika pihak yang berperang mulai mengalami kelelahan militer atau kehilangan dukungan domestik.

“Mediator bisa menjadi jalan keluar bagi pihak yang berperang agar tidak dipersepsikan sebagai pihak yang kalah,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setahun Berlalu, Harry Styles Masih Berduka atas Kepergian Liam Payne
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Foto: Saat Prabowo Buka Bersama dengan Sejumlah Tokoh Agama Islam di Istana
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Berat
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
BRI Super League: Marian Mihail Sebut Persik Tim Teknis Tanpa Beban Degradasi, PSBS Bidik Kebangkitan di Kediri
• 23 jam lalubola.com
thumb
Risa Amel Keluar dari Zona Nyaman, Kini Eksplorasi Musik Hipdut
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.