Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (6/3/2026) setelah mencatat penguatan cukup signifikan pada sesi sebelumnya.
Pada Kamis (5/3), indeks acuan tersebut ditutup menguat 1,76% ke level 7.710, sekaligus menjadi rebound setelah sempat tertekan seiring membaiknya sentimen pasar global.
Meski indeks berhasil bangkit, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan. Situasi tersebut membuat pergerakan IHSG ke depan masih dinilai rawan berfluktuasi.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai penguatan yang terjadi saat ini belum tentu menandakan perubahan tren secara penuh. Menurutnya, pergerakan indeks masih berpotensi sekadar technical rebound atau bahkan dead cat bounce, sehingga IHSG tetap berisiko kembali menguji area penopang berikutnya.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 7.500–7.575 dan resistance 7.855–8.000," ujar Reza dalam riset hariannya.
Pelaku pasar juga menunggu sejumlah rilis data penting yang dapat memengaruhi arah pasar. Dari dalam negeri, investor mencermati data cadangan devisa Indonesia.
Sementara dari Amerika Serikat perhatian tertuju pada data Non-Farm Payrolls, Retail Sales, serta tingkat pengangguran yang berpotensi memberikan petunjuk terhadap arah kebijakan moneter global.
Baca Juga: IHSG Menguat, 10 Saham Ini Justru Dijual Asing
Baca Juga: Saham Sektor Energi dan Emas Dinilai Jadi Benteng Saat Perang AS-Iran
Rekomendasi SahamDi tengah proyeksi pergerakan IHSG tersebut, analis turut memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan.
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) – BuyPergerakan saham TAPG retrace dengan rebound dari level MA200 nya dan menembus resistance terdekat pada 1590. Selama berada di atas area tersebut, terdapat potensi lanjutan penguatan dengan target resistance di 1745 - 1840.
PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) – BuyPergerakan saham PSKT pada perdagangan terakhir berhasil menguat dan menembus level resistance terdekatnya pada 272. Potensi penguatan lanjutan terbuka dengan target resistance selanjutnya pada 288 - 298.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – BuyPergerakan saham ESSA berhasil untuk pullback dan menguat dari level supportnya pada 715 - 740. Potensi lanjutan penguatan masih terbuka dengan target selanjutnya pada level 795 - 810.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – SellPergerakan saham CPIN masih dalam trend yang bearish dengan lonjakan volume penjualan yang meningkat. Setelah kembali breakdown dari level support 3890, ada potensi lanjutan pelemahan hingga support selanjutnya pada 3450.




