Isi Klarifikasi Andhika Sudarman, Penerima LPDP yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Bocah Minor

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nama penerima beasiswa LPDP Andhika Sudarman belakangan menjadi sorotan karena diduga melakukan pelecehan seksual tethadap bocah minor.

Hal itu pertama kali diungkap oleh sebuah akun X @angga_fzn. Dalam cuitannya, akun tersebut melampirkan pengakuan korban yang dilecehkan oleh Andhika.

"Apaan sih ini bro @andhikasudarman? Pelecehan seksual ke minor dan employee? Kupikir kau lebih baik dari ini kawan," cuit akun tersebut.

Akun tersebut mengatakan bahwa pelecehan seksual yang dilakukan Andhika terjadi saat sesi mentoring. Ia disebut mengganti celana di hadapan peserta perempuan.

"Pada saat mentoring session kak AS mengganti celananya di depan kita semua yang bisa dibilang semuanya minor (tanpa masuk ke toilet) dan kami hanya disuruh tutup mata," tulis pernyataan itu.

Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan membuat warganet bereaksi. Apalagi nama Andhika sendiri merupakan sosok yang dikenal.

"What? Andhika Sudarman yang ini? Omg, mapres nasional 2024, lulusan Harvard Law School, CEO & Founder, Dealls," kata akun @rangkuminid.

Andhika Sudarman sendiri merupakan pria asal Tanjungpinang.

Ia dikenal sebagai pendiri platform karier bernama Dealls dan juga pendiri Kantorku HRIS.

Sebelumnya ia juga pernah meniti karier sebagai seorang pengacara di Ginting & Reksodiputro.

Andhika merupakan lulusan Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Ia mrlanjutnya S2 di Universitas Harvard dengan beasiswa LPDP.

Klarifikasi

Tak berselang lama dari beredarnya isu negatif tentangnya, Andhika lantas melakukan klarifijasi di akun Instagram pribadinya @andhikasudarman_.

Dalam klarifikasinya, Andhika menyinggung soal program SFL. Ia juga mengucapkan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

"Saya memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat pengalaman yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program tersebut. Atas kekurangan dalam pengelolaan kegiatan dan komunikasi selama program berlangsung, saya menyampaikan permohonan maaf kepada alumni dan orang tua," katanya.

Ia juga menyinggung soal kenyamanan dan gaya komunikasinya.

"Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya. Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman orang bagi sebagian orang," lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Sembarangan Pakai Earphone
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Wapres Gibran Tekankan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum dan Rumah Warga Pascabanjir di Tuban
• 1 jam lalupantau.com
thumb
ABG di Gowa Tertembak Senjata Mainan Sekelompok Pemotor, Mata Terluka
• 11 menit laludetik.com
thumb
Enggak Usah Panic Buying, Pramono Pastikan Stok BBM Jakarta Aman di Tengah Perang Teluk
• 1 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Cara Membuat Tubuh Rileks Sebelum Tidur
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.