Muhadjir Sebut Prabowo Bicara dengan Pimpinan Negara Teluk Sebelum Putuskan Gabung BoP

kompas.tv
23 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media di Washington DC pada Kamis (19/2/2026). (Sumber: Sekretariat Kabinet RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dilakukan melalui proses panjang dan dibicarakan dengan pimpinan negara di kawasan Teluk.

Hal tersebut diungkapkan Muhadjir Effendy dari pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo dalam silaturahmi dan buka puasa bersama ulama, pimpinan organisasi masyarakat dan pimpinan pondok pesantren yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta sebagaimana dikutip dari Antaranews, Kamis (5/3/2026).

“Beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” kata Muhadjir.

Baca Juga: Buya Yahya Minta Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Tidak Gampang, Berat

Di samping itu, kata Muhadjir, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keterlibatannya di BoP merupakan strategi yang sudah dipilih dan disebutnya sebagai berjuang dari dalam atau "strategy from within".

Muhadjir menambahkan, strategi itu juga dipilih Prabowo sebagai bentuk perjuangan Indonesia dalam upaya menciptakan perdamaian dan pengakuan kemerdekaan Palestina dari dalam forum BoP.

“Strategi yang beliau pilih adalah yang disebut dengan 'strategy from within'. Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam,” kata dia.

Menurut Muhadjir, keputusan Prabowo bergabung BoP tetap berada dalam koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan kemerdekaan atas Palestina. Sebab, dalam bergabungnya Indonesia ke BoP ada komitmen untuk mewujudkan perdamaian melalui Solusi Dua Negara antara Palestina dan Israel.

Baca Juga: Dubes Iran: Kami Akan Bereskan Musuh di Lapangan Perang

“Kita harus terus berupaya apa pun risikonya, apa pun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin, di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel,” katanya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • muhadjir effendy
  • presidenn prabowo subianto
  • prabowo subianto
  • indonesia gabung bop
  • bop
  • borad of peace
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Halo UC Dok, Bantu Deteksi Kasus Kanker Mulut Sebelum Terlambat
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Dorong Deeskalasi Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel Saat Pimpin Organisasi D-8
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Dua Dirjen Mundur, Menteri PU Dody Fokus Bereskan Dugaan Kebocoran Rp1 Triliun
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Hujan Disertai Petir 6 Maret 2026
• 46 menit laluliputan6.com
thumb
Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Lebat hingga 12 Maret
• 16 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.