Jember: Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur aman dan distribusi penyalurannya juga lancar. Warga diimbau tidak panik membeli secara berlebihan.
"Menanggapi keresahan masyarakat terkait dengan isu kelangkaan BBM akibat ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah, kami langsung menggelar rapat pada Kamis (5 Maret) malam dengan mengundang Pertamina dan Hiswana Migas secara daring," kata Bupati Jember Muhammad Fawait dalam keterangannya, dilansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Bupati yang akrab dipanggil Gus Fawait langsung menggelar rapat secara daring setelah kembali dari ibadah umrah dan masih berada di Surabaya. Rapat tersebut dilakukan untuk koordinasi bersama SBM Pertamina Jember, Ketua DPC Hiswana Migas, Pj. Sekda, serta sejumlah pimpinan OPD di Pendapa Wahyawibawagraha Jember.
Baca Juga :
"Kami menyadari adanya kekhawatiran masyarakat akibat konflik internasional yang mengganggu jalur logistik global. Namun, berdasarkan data lapangan dari Pertamina, stok BBM untuk wilayah Jember sangat mencukupi," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Jember saat ini dalam kondisi aman, bahkan melimpah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar burung yang tidak bertanggung jawab mengenai kelangkaan stok BBM.
"Kami menekankan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan beberapa bulan lalu, di mana kendala cuaca dan pembangunan infrastruktur sempat menghambat pasokan," katanya.
Gus Fawait mengatakan ketersediaan BBM lebih dari cukup untuk kebutuhan harian warga. Jika terjadi lonjakan permintaan, maka Pertamina telah berkomitmen untuk segera menambah pasokan tanpa menunda.
Oleh karena itu, Pemkab Jember meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong. Sebab, hal itu justru dapat memicu ketidakstabilan semu di pasar.
"Tidak perlu panik. Stok BBM aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan," ujarnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin rapat koordinasi secara daring dengan sejumlah pejabat Pemkab Jember, pihak Pertamina dan Hiswana Migas di Pendapa Wahyawibawagraha terkait BBM pada Kamis malam, 5 Maret 2026. ANTARA/HO-Diskominfo Jember
Ia berharap dengan adanya klarifikasi resmi itu maka aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Jember dapat kembali berjalan normal tanpa rasa waswas. Pihaknya juga meminta warga untuk lebih cermat dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.
"Tidak perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan," ungkapnya.
Sebelumnya, antrean panjang masyarakat membeli BBM terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jember sejak Kamis sore, 5 Maret 2026. Kondisi ini diduga muncul akibat isu kelangkaan BBM.




