Tentara Bolivia menghancurkan tanaman koka dalam operasi pemberantasan daun koka berlebih di wilayah Chimore, Chapare, Bolivia, Kamis (5/3).
Operasi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah Bolivia untuk kembali memperkuat kerja sama operasional dengan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat setelah terhenti selama 17 tahun.
Daun koka itu sendiri memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat Bolivia karena secara tradisional digunakan untuk dikunyah atau diolah menjadi minuman herbal. Namun, daun tersebut juga merupakan bahan dasar pembuatan kokain, sehingga produksinya berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Kegiatan pemusnahan tanaman koka ini melibatkan personel militer dan aparat penegak hukum yang menyisir sejumlah lahan perkebunan koka di kawasan Chapare, salah satu wilayah penghasil daun koka terbesar di Bolivia.
Pemerintah Bolivia menyatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi multinasional yang lebih luas untuk memerangi kejahatan terorganisir lintas negara, khususnya jaringan perdagangan narkoba di kawasan Amerika Selatan.
Kegiatan pemusnahan dihadiri Monica Mendoza Betancourt, perwakilan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) di Bolivia. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara perlindungan praktik tradisional masyarakat lokal dan upaya menekan produksi kokain ilegal.





