Gadis di Sikka NTT Diperkosa dan Dibunuh: Jasadnya Disembunyikan Keluarga Pelaku

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Polres Sikka mengungkap kasus kematian STN (14) seorang siswi SMP di Desa Rubit, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan tewas mengenaskan pada 23 Februari 2026 lalu.

Setelah terlebih dahulu menetapkan kakak kelas korban berinisial FRG (16) menjadi tersangka, polisi kini menetapkan SG (44) ayah pelaku dan VS (57) kakek pelaku, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu.

Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro, mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, ayah dan kakek pelaku berperan aktif membantu FRG (pelaku utama) untuk menutupi tindak kejahatan tersebut.

"VS berperan menyembunyikan alat bukti dan memindahkan jenazah korban dari lokasi awal ke kali, sedangkan SG berperan menginstruksikan VS dan FRG menghilangkan barang bukti dan memindahkan jenazah," ujar Wakapolres dalam keterangannya, Kamis (5/3).

FRG dijerat pasal pembunuhan dan pemerkosaan sedangkan VS dan SG dijerat Pasal 278 ayat 1 huruf C dan atau huruf b Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun.

"Ketiga tersangka saat ini ditahan di rutan Polres Sikka," katanya.

Ia menambahkan jika ditemukan bukti baru atau ada keterangan tambahan, maka tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka baru dalam kasus itu.

Diperkosa Sebelum Dibunuh

Kompol Marselus menuturkan, kasus itu berawal saat STN hendak mengambil gitarnya yang dipinjam FRG.

Saat itu, di rumah hanya ada FRG seorang diri. Sedangkan keluarga lainnya sedang mengikuti acara adat di kampung tetangga.

Di rumah FRG, pelaku dan korban sempat makan durian bersama. Namun, saat hendak pamit pulang, pelaku tiba-tiba memaksa korban berhubungan badan namun ditolak.

Rumah yang sepi dan jauh dari tetangga, membuat pelaku leluasa beraksi dan terus memaksa korban. Meski korban terus melakukan perlawanan, pelaku akhirnya berhasil memperkosa korban.

Setelah selesai melampiaskan nafsunya, pelaku meminta korban agar tak menceritakan kepada siapa pun kejadian itu. Sementara korban yang tengah menahan sakit berupaya menghubungi keluarga untuk menjemputnya pulang.

Rupanya, niat korban menghubungi keluarga membuat geram pelaku. Takut perbuatannya dilaporkan korban, pelaku kemudian berupaya merampas ponsel korban, namun tetap ditahan.

Saat itulah pelaku gelap mata. Ia lalu mengambil parang dan membacok korban hingga tewas.

"Keduanya (pelaku dan korban) hanya sebatas teman, karena satu sekolah. Pelaku mengira korban melapor keluarganya hingga terjadi pembacokan," ungkapnya.

Sembunyikan Jenazah

Setelah menghabisi korban, FRG kemudian menyembunyikan jasad STN di belakang dapur rumah. Ia menutup jasad dengan daun talas dan kain bekas.

Sekitar pukul 21.00 WITA, keluarga FRG pulang ke rumah setelah mengikuti acara adat. Saat itulah, FRG mengakui perbuatannya ke orangtuanya. Bukannya mengantar ke polisi, keluarga malah berniat membantu pelaku menghilangkan jejak kejahatan FRG.

Atas perintah sang ayah, FRG bersama kakeknya kemudian memasukkan jasad korban ke dalam karung, lalu dibuang ke sungai mati, sebelum akhirnya ditemukan warga.

"Setelah meminta jenazah dibuang, SG lalu menyuruh anaknya kabur ke Kabupaten Ende," katanya.

Gelombang Unjuk Rasa Mahasiswa

Setelah menerima laporan penemuan jenazah, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap FRG di Kabupaten Ende dan SG di wilayah Nebe, Kabupaten Sikka.

Namun polisi saat itu hanya menetapkan FRG sebagai tersangka tunggal dalam kasus itu. Sementara SG, ayah pelaku hanya sebagai saksi, bahkan sempat kabur saat dibawa polisi dirawat di RSUD TC Hillers Maumere karena sakit.

Penetapan tersangka tunggal dan kaburnya SG memicu kemarahan keluarga korban dan memantik simpati publik.

Gelombang unjuk rasa di Polres Sikka dilakukan selama dua hari oleh mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sika.

Mahasiswa mendesak polisi bekerja profesional dan transparan mengungkap tuntas kasus itu. Mahasiswa juga meminta polisi menyelidiki keterlibatan pihak lain atas kematian STN.

Aksi demo itu baru mereda setelah polisi menetapkan dua tersangka tambahan yakni SG yang merupakan ayah pelaku dan VS, kakek pelaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Bikin Ribet, Daniil Medvedev Harus Road Trip 7 Jam ke Oman demi Beraksi di Indian Wells
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rajiv DPR Berikan PIP Hingga KIP Untuk Anak Korban Terdampak Longsor di Cisarua Bandung Barat
• 56 menit lalujpnn.com
thumb
Presiden Prancis Ikut Komentar RI Mulai Batasi Anak Paka Medsos
• 14 jam laludetik.com
thumb
Pemkab Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Arus Lebaran
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Persib Siap Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Akui Kesulitan Tentukan Skuad Utama
• 16 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.