PERDANA Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lebih dulu meminta akses ke pangkalan militer Inggris sebelum melancarkan serangan ke Iran. Menurutnya, permintaan resmi baru diajukan pada 28 Februari.
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Inggris Tolak Beri AS Pangkalan Diego Garcia untuk Serang Iran
Menanggapi laporan yang menyebut pemerintah Inggris sempat membahas penggunaan pangkalan militer pada Jumat dan memutuskan tidak memberi izin kepada AS, Starmer membantah adanya persetujuan sebelumnya.
“Tidak ada permintaan dengan persyaratan khusus dari AS yang kami setujui hingga Sabtu sore,” kata Starmer kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa pada Jumat (27/2) belum ada permintaan resmi yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
“Oleh karena itu, pada Jumat tidak ada keputusan konkret yang dapat dibuat. Keputusan harus dibuat ketika kami menerima permintaan tersebut. Permintaan itu datang pada Sabtu sore,” imbuhnya.
Starmer menjelaskan bahwa pembahasan mengenai syarat penggunaan pangkalan Inggris oleh pesawat pembom AS berlangsung pada Minggu. Setelah proses diskusi tersebut, pemerintah Inggris akhirnya memberikan izin. (Ant/I-3)





