Kasus campak di Indonesia akhir-akhir ini sedang meningkat. Banyak anak-anak kecil yang harus mendapat perawatan karena terinfeksi campak. Dan sebagian besar yang dirawat ternyata belum mendapat imunisasi, Moms.
Meski begitu, kekhawatiran orang tua juga berasal dari orang-orang yang belum divaksin, termasuk orang dewasa. Apalagi, orang dewasa lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga Anda mungkin khawatir si kecil bisa terinfeksi campak dari orang yang sedang sakit campak.
Kesadaran tentang imunisasi juga banyak dirasakan oleh populasi dewasa, apakah mereka sudah mendapat imunisasi lengkap atau belum sewaktu kecil.
Mereka pun mulai bertanya: kalau dulu tidak yakin sudah vaksin, apakah masih perlu vaksin MMR sekarang atau bahkan melengkapi vaksin lainnya?
Kabar baiknya, vaksin MMR tetap dianjurkan dan efektif untuk orang dewasa, Moms!
Efektivitas Imunisasi Dewasa, Khususnya Vaksin MMRMenurut panduan imunisasi dewasa, termasuk yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), orang yang tidak yakin status vaksinasinya boleh langsung menerima vaksin MMR tanpa perlu menunggu pemeriksaan antibodi.
"Ya, vaksinasi MMR pada orang dewasa sangat dianjurkan dan terbukti efektif. Artinya, lebih baik divaksin ulang daripada tidak sama sekali, karena pemberian vaksin pada seseorang yang sudah punya kekebalan sebelumnya tidak berbahaya," jelas Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-AI, FINASIM, kepada kumparanMOM.
Efektivitas vaksin MMR bagi orang dewasa juga nggak main-main, bisa memberikan perlindungan sekitar 97 persen terhadap campak.
Meski begitu, dr. Sukamto mengingatkan di tengah peningkatan. kasus campak saat ini, imunisasi untuk orang dewasa juga penting untuk memutus rantai penularan.
"Vaksinasi dewasa juga penting untuk memutus rantai penularan, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar rumah atau tinggal bersama anak kecil yang belum sepenuhnya terlindungi," tuturnya.
Dosis Vaksin MMR untuk Orang Dewasa dan Kebutuhan BoosterNah Moms, dr. Sukamto menjelaskan, dua dosis MMR yang diberikan dengan jarak minimal 4 minggu memberikan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup, pada sebagian orang.
"Data studi jangka panjang menunjukkan antibodi protektif dapat bertahan lebih dari 20–30 tahun," kata dokter yang praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta itu.
Untuk populasi umum yang sehat, booster rutin tidak direkomendasikan saat ini, Moms. Namun ada pengecualian, yaitu pada kelompok dengan risiko tinggi seperti tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran, atau mereka yang akan bepergian ke daerah endemis, di mana evaluasi status imun dan pertimbangan dosis tambahan bisa dilakukan atas penilaian dokter.
"Kesimpulannya, orang dewasa yang belum yakin status vaksinasinya sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksin MMR. Ini tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya, termasuk anak-anak yang rentan," pungkasnya.
Untuk daftar imunisasi dewasa dari PAPDI, cek selengkapnya di bawah ini.





