MEDAN, KOMPAS – Antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/3/2026). Warga rela mengantre lebih dari satu jam karena khawatir pada kabar tentang kelangkaan stok bahan bakar minyak akibat perang Timur Tengah. Namun, Pertamina memastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak di wilayah Sumatera Bagian Utara atau Sumbagut masih aman.
“Saya mengantre setelah mendengar kabar di media sosial tentang stok BBM (bahan bakar minyak) akan habis beberapa hari ke depan karena perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel,” kata Rahmat Silaban (45), saat menunggu antrean di SPBU Jalan HM Yamin.
Pantauan Kompas, sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya diserbu oleh warga pada Jumat pagi. Antrean panjang antara lain terjadi di sejumlmah SPBU di Jalan HM Yamin, Merak Jingga, Pancing, Cemara, Gatot Subroto, dan SPBU lainnya.
Antrean mengular sampai ke badan jalan. Antrean didominasi oleh warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil pribadi.
Beberapa ruas jalan seperti Jalan Merak Jingga macet parah akibat antrean yang meluber hingga menutup badan jalan. Ruas jalan itu sempat ditutup oleh polisi untuk mengurai antrean dan kemacetan lalu-lintas. Petugas kepolisian mengatur lalu-lintas di beberapa SPBU.
Beberapa SPBU juga kehabisan stok BBM, seperti yang terlihat di SPBU Jalan Guru Patimpus. SPBU ini tidak beroperasi karena kehabisan stok BBM. Petugas memasang plang bertuliskan “Maaf, BBM Pertalite dalam perjalanan” di depan SPBU.
Di SPBU di jalan lintas antarprovinsi seperti Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Gatot Subroto, antrean didominasi oleh truk dan kendaraan logistik. Stok biosolar mengalami kelangkaan di sepanjang jalan lintas. Beberapa SPBU kehabisan stok biosolar.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sumut sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Fahrougi menyesalkan beredarnya pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan. Pesan tersebut menyebut agar masyarakat juga menimbun minyak menggunakan jeriken.
“Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta,” katanya.
Fahrougi memastikan, stok BBM untuk wilayah Sumbagut masih aman. Distribusi BBM juga berjalan normal seperti biasa.





