Puluhan santri di Ponpes Sholawat Darut Taubah, Kabupaten Jombang, keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka keracunan usai menyantap telur asin yang diduga berasal dari menu MBG saat buka puasa.
Dilansir detikjatim, Jumat (6/3/2026), keracunan massal tersebut terjadi pada Kamis (5/3) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Tak lama setelah makan, para santri mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, hingga pingsan.
Salah satu santri, Azza Khoirun Nisa (17) menjelaskan, gejala keracunan muncul sesaat setelah para santri menyantap hidangan berbuka. Menu buka puasa yang disajikan saat itu berupa nasi, rawon, dan telur asin.
"Yang pingsan beberapa santri. Banyak yang muntah, kondisinya lemas. Yang tidak kena 7 orang dari total 34 santri putri, kalau yang laki-laki saya tidak tahu," jelas santri asal Surabaya ini kepada wartawan di lokasi.
Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah Muhammad Adam menuturkan, santrinya berjumlah 84 anak jenjang SMP dan SMA, yang terdiri dari 36 santri putri dan 48 santri laki-laki. Kamis kemarin, para santri menerima MBG berupa roti, buah dan telur asin yang dikirim SPPG Betek pada pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk buka puasa, pihaknya memasak nasi dan rawon. Lauknya menggunakan telur asin dari MBG tersebut.
"Setelah Magrib anak-anak buka puasa. Ada yang separuh makan, ada yang selesai makan baru mual dan muntah. Saya pikir telat makan sehingga maag atau apa. Ternyata semua, yang perempuan ada banyak, ada yang lemas, nangis, pingsan," ungkapnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(maa/idh)





