Iran Mengundang Ukraina untuk Berkabung atas Kematian Khamenei, Respons Ukraina Dipuji Netizen

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran. Tanpa diduga, Iran—yang sering dianggap sebagai sekutu dekat Rusia—baru-baru ini justru mengundang diplomat Ukraina untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei dan para pemimpin militer-politik Iran tersebut. Lalu bagaimana tanggapan pihak Ukraina?

EtIndonesia. Pada Rabu (4 Maret), Duta Besar Ukraina untuk Afrika Selatan Liubov Sherba mengungkapkan dalam sebuah unggahan di platform X bahwa Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan baru-baru ini memberitahu Kedutaan Ukraina, mengundang mereka datang ke kedutaan untuk menandatangani buku belasungkawa bagi Khamenei dan para pemimpin militer Iran yang telah meninggal dunia. 

Sherba mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menanggapi hal ini secara terbuka. Dalam unggahannya ia menulis secara langsung : “Karena kedutaan Anda mengundang Kedutaan Ukraina untuk menandatangani pesan belasungkawa bagi orang-orang ini, saya merasa perlu mengingatkan beberapa hal.”

Ia mengatakan bahwa para pemimpin Iran yang telah meninggal dunia tersebut adalah sekutu militer Rusia, dan tangan mereka berlumuran darah ribuan rakyat Ukraina. 

Banyak warga Ukraina tewas akibat drone Shahed buatan Iran yang terkenal buruk reputasinya, serta teknologi militer lain yang dengan antusias diberikan pemerintah Iran kepada Rusia. Menurutnya, para pemimpin tersebut bersama-sama menyebabkan penderitaan besar bagi warga sipil Ukraina.

Sherba juga mengatakan bahwa sebagai orang yang beriman, ia berusaha untuk tidak merasa senang atas kematian siapa pun, bahkan jika orang tersebut pernah menyakiti negaranya. Namun ia menambahkan bahwa selama hampir tiga tahun terakhir, ia hampir setiap malam mendengar drone buatan Iran melintas di atas Kiev dan kota-kota lain, sehingga sulit baginya untuk tidak berharap bahwa para pelaku pada akhirnya akan menghadapi pengadilan.

Di akhir unggahannya ia menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal secara pribadi duta besar Iran di Afrika Selatan dan tidak memiliki permusuhan pribadi. Ia juga memahami bahwa para diplomat kadang harus menyuarakan kebijakan pemerintah mereka.

Namun ia menegaskan:  “Namun saya berharap Anda dapat memahami bahwa saya tidak akan menyampaikan belasungkawa atas kematian seseorang yang sama sekali tidak membuat saya merasa sedih.”

Setelah unggahan tersebut dipublikasikan, banyak pengguna internet memberikan tanda suka dan memuji sikapnya. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Satgas Transisi Energi, Target Konversi Motor Listrik Melonjak 30 Kali Lipat
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AS-Israel Agresi Iran, Muslim Indonesia Malah Terjebak “Kafirisiasi”
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Ulta Levenia Sorot Hoaks Jenderal Israel Ancam Indonesia
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Penguatan Kualitas SDM Jadi Kunci Pertumbuhan Perusahaan
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Momen Prabowo Cium Tangan Pengasuh Ponpes Ploso saat Silaturahmi Ulama di Istana
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.