jpnn.com, JAKARTA - Perjalanan haji dan umrah merupakan puncak spiritual bagi umat Muslim. Menjaga kesucian melalui wudu yang dilakukan berkali-kali dalam sehari adalah bagian dari kekhusyukan ibadah.
Namun, ada tantangan kesehatan yang jarang disadari para jemaah, frekuensi wudu yang tinggi di tengah cuaca ekstrem Timur Tengah justru berisiko memicu dehidrasi kulit yang parah.
BACA JUGA: Airin Skin Clinic Ajak Masyarakat Menjaga Kulit Tetap Sehat
Tanpa perawatan yang tepat, kulit wajah jemaah tidak hanya akan terlihat kusam, tetapi juga berisiko terasa perih hingga melepuh.
Lantas, mengapa air wudu yang menyucikan justru bisa membuat kulit kering di Tanah Suci?
BACA JUGA: Cara Sederhana Menjaga Kulit agar Lembab dan Sehat
"Secara medis, setiap kali wajah terkena air, minyak alami kulit (natural lipid barrier) ikut terangkat," kata Medical Director Wima Aesthetic, dr. Dewi Handayani Pratiwi dalam keterangan tertulinsya, Jumat (6/3).
Dia menjelaskan di Indonesia yang memiliki kelembapan tinggi, hal tersebut mungkin tidak terlalu terasa.
BACA JUGA: Teknologi Jerman Ini Diklaim Ampuh Menjaga Kulit Awet Muda hingga Hari Tua
Namun, situasinya berubah drastis saat berada di Makkah atau Madinah dengan suhu yang bisa menembus 40°C+.
"Udara kering mempercepat penguapan air dari permukaan kulit atau yang dikenal dengan istilah transepidermal water loss," ujarnya.
Kondisi itu diperparah dengan paparan AC hotel yang terus-menerus serta penggunaan sabun wajah dengan kandungan deterjen keras.
Hal itu membuat kulit cepat kehilangan kemampuan menahan cairan.
“Ketika kelembapan udara sangat rendah, kulit kehilangan kemampuannya untuk menahan air," ungkapnya.
Oleh karena itu, jika jemaah sering berwudu tanpa memberikan proteksi setelahnya, kulit akan mengalami dehidrasi kronis yang memicu peradangan.
Dokter Dewi pun memberikan tips agar ibadah tetap nyaman dan kulit tidak pecah-pecah.
Pertama, dengan menggunakan pembersih wajah yang lembut dan segera menggunakan moisturizer selepas berwudhu.
"Hindari sabun dengan deterjen keras. Gunakan pembersih wajah seperti Safa Facial Wash yang mengandung Mild Surfactant untuk mengangkat debu pasir tanpa merusak perlindungan alami kulit," jelasnya.
Moisturizer atau pelembap seperti Mina Moisturizer akan mengunci kelembapan dan memperbaiki skin barrier. Kedua, menggunakan produk proteksi UV.
"Sinar matahari di Tanah Suci sangat kuat. Gunakan tabir surya seperti Arofa UV Sunprotect (SPF 50) setiap kali beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kerusakan permanen," tambahnya.
Langkah ketiga dengan menghindari produk yang mengandung alkohol dan parfum. Hal itu karena, saat kulit dehidrasi menjadi sangat sensitif.
"Pastikan produk perawatan bebas dari alkohol dan parfum untuk menghindari iritasi," tegasnya.
Dia menyebutkan, kesehatan kulit yang terjaga bukan sekadar soal penampilan, melainkan demi kenyamanan saat beribadah.
Dengan kulit yang tetap lembap dan terhidrasi, jemaah tidak lagi terganggu oleh rasa perih atau kulit pecah-pecah, sehingga ibadah lebih maksimal. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Tips Menjaga Kulit Wajah Tidak Kering
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




