MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan Nasional

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Jakarta

Ketua Umum MUI dukung politik bebas aktif Presiden di tengah ketegangan geopolitik global dan serukan ikhtiar spiritual.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, menyerukan penguatan kohesi nasional dan sinergi lintas sektoral guna menghadapi ketidakpastian geopolitik serta geoekonomi global. 

Hal ini dipandang krusial untuk memastikan keselamatan stabilitas dalam negeri di tengah meningkatnya tensi internasional.

Dalam keterangan resminya pada Jumat 6 Maret 2026, Anwar menyoroti dinamika dunia yang kian kompleks. Ia menegaskan dukungan terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintah yang dinilai tepat dalam menavigasi posisi Indonesia di kancah global.

"Saya kira, kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya, tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini," ujar Anwar.

Menjaga Keselamatan Bangsa

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pertemuan silaturahmi antara Presiden dengan sejumlah kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. 

Anwar menggarisbawahi bahwa prioritas utama saat ini adalah mitigasi dampak konflik global agar tidak merambah ke ranah domestik.

Menurutnya, kolaborasi antara ulama, pemerintah, serta aparat pertahanan dan keamanan menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan nasional. Fokus utama dari sinergi ini adalah memberikan perlindungan menyeluruh bagi rakyat dan keutuhan negara.

Pendekatan Spiritual di Bulan Ramadan

Selain langkah strategis dan diplomasi, Anwar juga menekankan pentingnya dimensi spiritual, terlebih momentum saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. 

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa sebagai bentuk permohonan perlindungan dari krisis yang tengah melanda berbagai belahan dunia.

“Lebih-lebih ini pada bulan Ramadhan, jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana, yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti, itu terjadi di sini,” tambahnya.

Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa persatuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. 

Dalam menghadapi tantangan global yang semakin berat, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu merapatkan barisan demi menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bersama.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik 12% pada Mudik Lebaran 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Transformasi BRIVolution Reignite perkuat sumber pertumbuhan baru, laba perusahaan tembus Rp10,38 T
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Tuan Rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Perkuat Kolaborasi di Asia-Oseania
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Oknum Satpol PP Madiun Ditangkap Polisi atas Dugaan Penipuan Jalur Khusus Masuk Taruna PPI
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Setelah Iran, Siapa Berikutnya? Pernyataan Trump Picu Kekhawatiran di Beijing 
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.