Mengapa “Super Lansia” Ini Tidak Mengalami Demensia? Penelitian Mengungkap Penyebabnya

erabaru.net
19 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Otak manusia akan mengalami penuaan seiring bertambahnya usia. Namun, ada sebagian orang berusia 80 hingga 90 tahun yang memiliki daya ingat sama baiknya dengan orang berusia 50–60 tahun. Penelitian baru dari ilmuwan Israel dan Amerika Serikat menemukan bahwa otak para “super lansia” ini memiliki kemampuan regenerasi dan menghasilkan lebih banyak neuron baru dibandingkan orang seusianya.

Orang yang berusia di atas 80 tahun tetapi tetap memiliki pikiran jernih dan kemampuan kognitif setara dengan orang berusia sekitar 50–60 tahun—mampu mengingat peristiwa sehari-hari dan pengalaman pribadi di masa lalu—disebut sebagai “super lansia”.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah menua, otaknya masih dapat mempertahankan aktivitas biologis, kemampuan beradaptasi, dan fleksibilitas. Namun selama ini para peneliti belum mengetahui penyebab di balik fenomena tersebut.

Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature menyatakan bahwa setelah menganalisis secara mendalam sampel otak yang disebut milik “super lansia”, tim peneliti menemukan bahwa neuron muda memainkan peran kunci.

Jumlah neuron muda yang dihasilkan oleh “super lansia” adalah dua kali lipat dibandingkan orang dewasa sehat, dan sekitar 2,5 kali lebih banyak dibandingkan pasien Alzheimer’s disease.

Neuron muda merupakan sel otak dengan kemampuan adaptasi dan plastisitas paling kuat. Sel-sel ini memiliki kemampuan tinggi untuk tumbuh, berintegrasi, serta “mengorganisasi diri” ke dalam jaringan otak. Dalam otak para super lansia, masih terdapat banyak neuron yang sangat aktif dan belum sepenuhnya matang—sel-sel ini energik dan siap untuk mengirimkan sinyal kapan saja.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa di bagian hipokampus—bagian otak yang bertanggung jawab atas memori—para super lansia memiliki lingkungan sel yang unik yang mendukung neurogenesis (pembentukan neuron baru). Lingkungan ini membantu kelahiran dan kelangsungan hidup neuron baru, meningkatkan plastisitas otak, serta memungkinkan otak memperbaiki diri selama proses penuaan sehingga kemampuan kognitif tetap terjaga.

Para ahli mengatakan bahwa sebelumnya banyak orang percaya bahwa sel otak tidak dapat diperbarui. Penelitian baru ini memberikan lebih banyak bukti bahwa neurogenesis berperan penting dalam ketahanan kemampuan kognitif, sekaligus membuka peluang baru untuk diagnosis dini gangguan kognitif seperti penyakit Alzheimer.

Menariknya, para “super lansia” ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik: mereka umumnya memiliki sikap hidup positif dan optimistis, gemar membaca atau belajar, dan banyak di antaranya bahkan masih bekerja hingga usia lebih dari 80 tahun. Mereka juga sangat aktif bersosialisasi dan sering melakukan kegiatan sukarela di komunitas. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Desak Negara Amerika Latin Adopsi Pendekatan Agresif ke Kartel Narkoba, Sertakan Peringatan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Delpedro Marhaen Apresiasi Keberanian Majelis Hakim Vonis Bebas Dirinya
• 46 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Sahroni Pastikan NasDem Akan Dorong RUU PPRT Disahkan Tahun Ini
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Kabar Gembira! 4 Bansos Ini Cair Sebelum Lebaran 2026, Cek Penerimanya Disini
• 6 menit lalubisnis.com
thumb
Wamen P2MI Sowan ke Jokowi di Solo, Ini Hal yang Dibahas
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.