Prabowo Ajak Ulama Rapatkan Barisan Dukung Perdamaian Timur Tengah

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak para ulama untuk mendukung posisi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Indonesia juga disebut siap melakukan berbagai upaya konkret guna mendorong tercapainya solusi damai di tengah eskalasi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

BACA JUGA: 4 Ribu PMI Jabar Tertahan di Timur Tengah, Pemprov Buka Hotline

Hal itu disampaikan Prabowo saat mengumpulkan para ulama, pimpinan organisasi Islam, hingga pimpinan pondok pesantren di Istana Negara, pada Kamis (5/3) kemarin.

“Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan, bersama-sama memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah. Terutama juga meredakan ketegangan,” ucap Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nusron Wahid.

BACA JUGA: Kementerian P2MI Tingkatkan Kewaspadaan Dampak Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah Terhadap Pekerja Migran Indonesia

Nusron menuturkan Presiden tak ingin konflik di Timur Tengah semakin meluas. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia akan terus berupaya untuk mencegah hal itu terjadi.

“Jangan sampai perang terjadi antara Iran dengan Amerika, serta akan berdampak terhadap gejolak di Timur Tengah,” kata dia.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu memastikan pemerintah terus memonitor perang Israel-AS dengan Iran dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar eskalasi konflik tak berdampak signifikan terhadap Indonesia.

"Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), juga menyampaikan pesan Prabowo terkait pentingnya menjaga komunikasi dan persatuan nasional dalam menyikapi berbagai dinamika global.

Cak Imin mengatakan Indonesia secara tegas memilih jalur dialog untuk menghasilkan solusi dalam memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Sehingga, apa pun kondisinya, perang Amerika-Iran, kondisi peta geopolitik, kita tetap kuat bersatu, solid, tidak mudah dipecah belah, dan yang penting semua yang dilakukan Presiden adalah untuk kepentingan nasional," jelas Cak Imin. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balita 4 Tahun di Sidoarjo Tewas Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Negara dengan Waktu Puasa Terlama
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jokowi Bicara Hasil Pertemuan dengan Prabowo di Istana: Bahas BoP-Tarif Dagang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Tebarkan Rahmat, Pelihara Sikap Tawaduk
• 27 menit lalurepublika.co.id
thumb
‎Kata-kata Berkelas Kurniawan Dwi Yulianto usai Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka di Piala AFF U-17 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.