PT Akulaku Finance Indonesia membidik penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp 8,2 triliun pada tahun ini. Target ini naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan realisasi 2025.
“Target tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berfokus pada keberlanjutan profitabilitas,” kata Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor di Jakarta, Kamis (5/3).
Ia memastikan juga berkomitmen menjaga kualitas aset dengan menargetkan rasio non-performing financing (NPF) net maksimal berada di 1,2% sepanjang 2026. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen risiko yang disiplin.
Perry menambahkan, perusahaan juga sudah menyiapkan strategi untuk mencapai target tersebut. Untuk mendongkrak porsi pembiayaan offline, perusahaan memfokuskan ekspansi merchant ke berbagai wilayah potensial di luar Pulau Jawa, khususnya pada kota-kota tier dua dan tiga nasional.
Lebih lanjut, Akulaku Finance juga akan memperdalam integrasi ekosistem digital dengan memperkuat berbagai kemitraan. Kolaborasi strategis dengan institusi perbankan juga terus dioptimalkan guna menekan biaya dana serta memperkokoh struktur permodalan.
Akulaku Finance Indonesia juga akan memperdalam dukungannya kepada pelaku usaha mikro dengan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan bisnis. “Ini untuk membantu kelancaran operasional serta menjaga arus kas usaha tetap sehat,” kata Perry.
Dari aspek teknologi, Akulaku Finance Indonesia juga memperdalam integrasi kecerdasan buatan atau AI. Begitu juga dengan melakukan advanced analytics.
“Langkah ini bertujuan untuk menajamkan akurasi credit scoring, memperkokoh sistem deteksi fraud secara instan, serta menciptakan pengalaman digital yang lebih baik bagi nasabah,” kata Perry.
Memasuki 2026, Perry mengatakan Akulaku Finance akan lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif. Peningkatan profitabilitas perusahaan terutama didorong oleh sejumlah faktor, antara lain mencakup ekspansi pendapatan seiring pertumbuhan pembiayaan, diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi biaya dana melalui kolaborasi strategis, serta efisiensi operasional yang semakin solid.
Paylater Dorong PertumbuhanAkulaku Finance Indonesia pada tahun lalu mencatat realisasi pembiayaan baru senilai Rp 7,44 triliun (unaudited). Realisasi penyaluran pembiayaan tersebut meningkat 23% secara tahunan bila dibandingkan 2024.
“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini didorong oleh ekspansi produk buy now pay later atau BNPL yang menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 89% dari keseluruhan portofolio,” kata Perry.
Peningkatan realisasi penyaluran pembiayaan tersebut disertai dengan pertumbuhan profitabilitas yang signifikan. Akulaku Finance membukukan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 108 miliar pada 2025.
“Profitabilitas tersebut meningkat 66% secara tahunan,” ujar Perry.




