DEPOK, KOMPAS.com - Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok rusak bergelombang dan penuh lubang.
Plt Dinas PUPR Depok Yodi Joko menyampaikan, status Jalan Arif Rahman Hakim masih tercatat sebagai jalan nasional atau milik pemerintah pusat.
Kondisi ini Pemkot Depok tidak bisa melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses utama Pasar Kemiri Muka atau Stasiun Depok Baru.
“Seyogyanya termasuk jalan nasional, namun karena belum ada pemeliharaan yang masuk, kami bersurat untuk kejelasan mengenai status jalannya,” ucap Yodi saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Cegah Kerusakan Makin Parah, Warga Timbun Lubang Jalan Arif Rahman Hakim Depok
Setelahnya, Dinas PUPR Depok akan mencari solusi terbaik untuk jalan yang disebut warga telah rusak selama hampir tiga tahun.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga mengeluhkan kondisi Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok, yang penuh lubang.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, Kamis (5/3/2026), kerusakan jalan yang berada di arus dari Pasar Kemiri Muka menuju Jalan Margonda Raya memanjang sekitar 10-12 meter.
Lebar jalan yang hanya sekitar 4-5 meter itu memperlihatkan kondisi jalan bergelombang dan beberapa titik lubang ditimbun puing genting dan ubin.
Beberapa lubang bahkan tergenang air, dengan kedalaman sekitar 3-5 meter.
Setiap pengendara motor melintas, mereka terlihat melaju dengan cara meliuk-liuk agar terhindar dari kubangan yang bisa berisiko bagi keselamatannya.
Baca juga: Dibiarkan Tiga Tahun, Warga Keluhkan Jalan Arif Rahman Hakim Depok Penuh Lubang
Bahkan, sejumlah pengendara motor memilih mendorong motornya secara manual agar bisa bergerak ke tepi dekat trotoar.
Bagi angkot atau truk, mereka juga terlihat melaju dengan penuh hati-hati bak meminimalisasi guncangan akibat jalanan berlubang.
Salah satu warga setempat bernama Toto kerap melihat para pemuda rutin menguruk di titik-titik lubang.
Pengurukan itu biasanya akan diberikan imbalan dari pengendara yang berlalu-lalang sebab beberapa lubang kedalamannya bisa 10-15 sentimeter.
“Itu karena sudah diuruk warga saja jadi tidak kelihatan, aslinya mah segini hampir 15 sentimeter ada,” ungkap Toto saat ditemui di lokasi, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Pria ODGJ di Depok Mengamuk Pecah Kaca Mobil Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
Hal itu terlihat sekitar dua tahun lalu, yang mana sekarang kondisi jalan secara bergilir ditangani sementara secara swadaya, salah satunya dengan menimbun puing di beberapa titik berlubang.
“Dibenerin tuh pernah tapi ya jebol lagi, jadi sekarang cuma diuruk warga. Tapi kalau hujan jadi gini kayak becek, kumuh,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




