Pengamat Energi Soroti Strategi Subsidi BBM di Tengah Ancaman Pasokan Hanya 20 Hari

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah dinilai perlu segera menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Hal ini menyusul kekhawatiran terkait ketahanan energi Indonesia yang disebut hanya mampu bertahan sekitar 20 hari apabila terjadi gangguan pasokan global.

Menurut Pengamat energi Iwa Garniwa, kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan energi nasional, terutama dalam menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik maupun gangguan distribusi global.

BACA JUGA:Ora Sepele, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Serukan Revolusi Terbukti Dimulai dari Pati!

BACA JUGA:Kuasai Bahasa Jawa Kromo Inggil, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Merasa Kritik ke Prabowo Justru Sangat Santun

Ia menekankan, strategi kebijakan fiskal dan energi harus berjalan beriringan agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga BBM yang tajam.

Salah satu langkah yang dinilai penting menurut Iwa yakni, melakukan revisi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Iwa menyarankan pemerintah untuk menggeser sebagian alokasi program menuju subsidi energi guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM di pasar internasional.

“Revisi APBN diperlukan dengan menggeser alokasi program ke subsidi energi untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM,” ujar Iwa di Jakarta.

Dengan langkah tersebut, pemerintah dinilai dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi domestik.

BACA JUGA:MUI Sepakat Indonesia Harus Keluar dari BoP: Penggagasnya Tak Dukung Perdamaian

BACA JUGA:BGN Pecat Oknum SPPG dengan Tidak Hormat Terduga Kasus Pencabulan Anak

Pasalnya, kenaikan harga energi memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok.

Selain strategi fiskal, Iwa juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional di sektor energi.

Menurutnya, pemerintah perlu mengamankan kontrak jangka panjang untuk pasokan energi, khususnya liquefied natural gas (LNG), dengan negara pemasok utama.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Itu Berat
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
BRI Super League: Persis Gagal Tumbangkan 10 Pemain Persijap, Milomir Seslija Tetap Bangga dengan Penampilan Anak Asuhnya
• 10 jam lalubola.com
thumb
Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Iran Didukung Negara-negara Timur Tengah
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Deliberasi Semu di Istana Kepresidenan
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini Jumat, 6 Maret 2026 di Pegadaian
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.