JAKARTA, DISWAY.ID-- Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menggelar program edukatif "Aksi Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan" (AKSI KLIK) dan "Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan" (AKU BISA SEJAHTERA) untuk mendorong inklusivitas sektor keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Melalui program ini, BI dan Kemenko Perekonomian mendorong penguatan literasi keuangan digital dan ekonomi berkelanjutan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat luas melalui serangkaian strategi edukatif.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Bidang Perekonomian Ali Murtopo menuturkan, program ini mempertimbangkan besarnya dampak literasi keuangan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia, di mana sebagian besar masyarakat masih terlilit hutang dan pinjaman.
BACA JUGA:Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal di Perjanjian Dagang Indonesia dan AS
"Dari data Bank Indonesia, masyarakat menggunakan 75 persen pendapatan untuk konsumsi harian, 11 persen untuk membayar hutang, kemudian 14 persen untuk menampung paylater," jelas Ali di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Oleh karena itu, Ali menekankan pentingnya pemberian literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia. Hasil tinjauan teoritis dampak terhadap Tingkat Kemiskinan selama periode 5 tahun ADB (2020) menunjukkan literasi keuangan memiliki dampak signifikan secara statistik terhadap perilaku konsumsi individu.
"Literasi keuangan secara signifikan mengurangi kemungkinan seseorang jatuh miskin. Peningkatan 1 persen dalam inklusi keuangan dapat mengurangi kemiskinan sebesar 1,4 persen dari total populasi di kawasan Asia Pasifik," jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keuangan, BI dan Kemenko Perekonomian akan menjalankan pendalaman enam strategi penguatan sektor keuangan, yaitu:
1. Penguatan sektor intermediasi sektor keuangan
2. Penguatan basis sumber pendanaan dan transsektor keuangan non-bank
BACA JUGA:BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional
3. Penguatan pengembangan infrastruktur keuangan
4. Peningkatan akses keuangan
5. Penguatan inovasi dan pemanfaatan digitalisasi keuangan
6. Perlindungan konsumen dan investor sektor keuangan
- 1
- 2
- »





