Sebagai upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi, Universitas Surabaya (Ubaya) menambah 10 guru besar baru dari berbagai bidang.
Benny Lianto Rektor Ubaya mengatakan pengangkatan guru besar itu bukan sekadar pencapaian akademik individual, melainkan wujud integritas intelektual dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kepemimpinan ilmiah, kolaborasi riset, serta hilirisasi inovasi akan semakin kuat,” kata Benny dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Benny mengatakan, kesepuluh guru besar baru itu juga merupakan hadiah istimewa bagi perguruan tinggi yang akan berulang tahun ke-58 pada 11 Maret 2026 mendatang.
“Kami berharap kehadiran mereka mendorong lahirnya penelitian unggul, kolaborasi industri yang lebih luas, serta solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” ujarnya.
Dyah Sawitri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII berharap agar para profesor yang dikukuhkan dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai agen perubahan, memiliki nilai tambah, serta mampu berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Nilai multikultur yang dimiliki Ubaya harus menjadi komitmen dan diterapkan dengan konsisten sebagai kearifan yang menjadi sumber kekuatan,” ucapnya.
Pihaknya juga menekankan, agar penambahan guru besar bisa meningkatkan daya saing dalam riset dan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Agar tidak hanya unggul dalam penelitian, namun juga dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, kita benar-benar mengedepankan mutu untuk menciptakan SDM unggul Indonesia emas,” tuturnya.
Adapun sepuluh dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni Lisanawati dari Fakultas Hukum dengan ranting ilmu Hukum Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Felizia Arni Rudiawarni dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika dengan ranting ilmu Market-based Accounting Research, Werner Ria Murhadi dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika dengan ranting ilmu Manajemen Keuangan dan Investasi.
Selain itu, ada juga Rika Yulia dari Fakultas Farmasi dengan ranting ilmu Biomedis Klinis, Oeke Yunita dari Fakultas Farmasi dengan ranting ilmu Karakterisasi Herbal, Kartini dari Fakultas Farmasi dengan ranting ilmu Teknologi Fitofarmasi.
Kemudian, Amelia Lorensia dari Fakultas Farmasi dengan ranting ilmu Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernafasan, Joko Siswantoro dari Fakultas Teknik dengan ranting ilmu Machine Learning, Lisana dari Fakultas Teknik dengan ranting ilmu Technology Adoption in Education, dan Sulistyo Emantoko Dwi Putra dari Fakultas Teknobiologi dengan ranting ilmu Bioteknologi.
Dengan bertambahnya 10 guru besar, maka total profesor yang aktif mengajar di Ubaya genap berjumlah 36 orang.(ris/bil/ipg)




