Emiten Prajogo (PTRO) Catat Lonjakan Laba 197,02% pada 2025

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat lonjakan kinerja sepanjang tahun 2025. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD28,8 juta, melonjak 197,02% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar USD9,69 juta.

Sejalan dengan peningkatan laba tersebut, laba per saham Petrosea juga mengalami kenaikan menjadi USD0.0029 per 31 Desember 2025, dari sebelumnya USD0,0010.

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai 28,32%. Sepanjang 2025, Petrosea mencatatkan pendapatan sebesar USD886,45 juta, meningkat dari USD690,81 juta pada tahun 2024.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen penambangan yang menghasilkan pendapatan USD389,25 juta. Disusul segmen konstruksi dan rekayasa sebesar USD379,74 juta.

Sementara itu, segmen EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai menyumbang USD32,86 juta, jasa sebesar USD30,06 juta, serta pendapatan lain-lain sebesar USD2,51 juta. Selain itu, penjualan batu bara pada waktu tertentu juga memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD52,01 juta.

Baca Juga: Emiten Prajogo (PTRO) Caplok Dua Perusahaan Jasa Pelabuhan

Baca Juga: Restrukturisasi Internal, PTRO Eksekusi Transaksi Rp2,55 Miliar

Seiring naiknya pendapatan, beban usaha langsung turut meningkat menjadi USD774,23 juta, naik dari USD600,52 juta pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba kotor Petrosea tetap mencatat peningkatan menjadi USD112,22 juta, dibandingkan USD90,28 juta pada 2024.

Kenaikan kinerja juga terlihat pada laba sebelum pajak yang melonjak menjadi USD39,27 juta dari sebelumnya USD7,86 juta. Sementara itu, beban pajak penghasilan tercatat sebesar USD4,27 juta, lebih tinggi dibandingkan USD2,08 juta pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Petrosea per 31 Desember 2025 tercatat mencapai USD1,58 miliar, meningkat dari sebelumnya USD867,26 juta. Liabilitas bengkak menjadi USD1,27 miliar dari USD617,51 juta, sementara ekuitas tumbuh menjadi USD307,45 juta dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar USD249,75 juta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bangun Lagi Kepercayaan Publik, Industri Asuransi Diminta Perkuat Tata Kelola
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Tokoh Agama Islam Apresiasi Upaya Pemerintah Bangun Bangsa dan Perjuangkan Perdamaian Dunia
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Selebgram Nabilah O’Brien Mengaku Stres Usai Dituntut Rp 1 Miliar: Saya Korban Pencurian
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Jampidum Setujui Rehabilitasi 4 Tersangka Narkotika lewat Restorative Justice, Ini Daftarnya
• 11 jam lalukompas.com
thumb
AS Berikan Izin Sementara untuk India Bisa Impor Minyak Rusia
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.