Terkini, Jakarta — Upaya mempercepat transformasi pendidikan vokasi di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Dr. Muh. Restu, M.P., bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Dr. Muhammad Hasbi, S.Sos., M.Pd., yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor industri guna menghadirkan pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Dalam prosesi penandatanganan yang berlangsung di atas podium utama, kedua pihak menegaskan pentingnya kolaborasi strategis dalam menciptakan sistem pendidikan vokasi yang lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.
Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Restu, menilai kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas lulusan vokasi agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri adalah fondasi utama dalam membangun pendidikan vokasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, sejumlah program strategis akan dikembangkan, di antaranya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri terkini, penguatan program magang bersertifikat bagi mahasiswa, serta peningkatan akses pendidikan vokasi yang inklusif melalui kolaborasi dengan Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.
Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Fakultas Vokasi Unhas untuk terlibat dalam berbagai proyek industri melalui jaringan yang difasilitasi oleh Ditjen Pendidikan Vokasi.
Dalam sambutannya, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Program ini sejalan dengan semangat menghadirkan pendidikan yang “Ramah”, yakni pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Melalui kerja sama ini, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai sektor industri.
Harapannya, lulusan vokasi Unhas tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi tenaga profesional yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika dunia industri yang terus berkembang.




