Dokter Bagi Tips Mudik yang Aman Bagi Penderita GERD

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penderita GERD disarankan melakukan perjalanan mudik di malam hari. Alasannya, mudik dalam kondisi tidak berpuasa membantu menjaga GERD tetap aman dan tidak kambuh diperjalanan

“Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari ya, artinya tidak dia kondisi berpuasa. Karena terus terang saja kalau dia melakukan perjalanan di siang hari misalnya, pasti terkuras ya energinya segala macamnya,” kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, dalam acara diskusi kesehatan dengan Primaya Hospital, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga
  • Kemenhub Periksa 13.584 Bus Jelang Arus Mudik Lebaran
  • Tekan Kecelakaan, DPR Usul Kemenhub Batasi Pemudik Sepeda Motor
  • Pelindo Pastikan Kesiapan Pelabuhan Makassar Jelang Mudik Lebaran

Ia mengatakan penderita GERD juga disarankan membawa makanan sendiri dari rumah dan tidak makan sembarangan atau jajan makanan dari luar karena tidak terjamin kebersihannya.

Pada saat lebaran, banyak rumah sakit di daerah yang penuh dengan pasien keluhan GERD atau maag karena tidak menjaga kebersihan makanan. Beberapa jenis makanan yang memicunya adalah gorengan, coklat atau keju.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ari juga mengimbau untuk mengurangi makan gorengan pada saat melakukan perjalanan mudik bagi penderita GERD.

Selain karena makanan, GERD juga bisa dipicu karena faktor stres berlebihan. Maka disarankan membawa gawai atau perlengkapan yang bisa menjaga kondisi mental pemudik tetap baik dan mengurangi stres karena macet saat perjalanan mudik.

“Karena sudah pasti kan ini macet jalan ini, jadi dia juga mesti siap dengan gawai, ada powerbank-nya, artinya terjaga terus sehingga ada waktu, walaupun dia macet tapi ada aktivitasnya yang dilakukan sehingga stresnya juga berkurang," katanya.

Hal lain yang juga jangan dilupakan penderita GERD saat melakukan perjalanan mudik adalah membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk meredakan atau menetralkan asam lambung. Karena kondisi di perjalanan akan tidak terprediksi dan dikhawatirkan tidak menemukan apotik terdekat jika sewaktu-waktu GERD kambuh.

GERD memiliki gejala di antaranya heartburn, nyeri dada, dan mulut terasa pahit. Selain itu faktor risiko yang menyebabkan GERD semakin parah antara lain usia biasanya di atas 40 tahun, merokok dan indeks massa tubuh di atas 30 yang dikategorikan sebagai obesitas.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Eksekusi Aset Judi Online Sebesar Rp 58 M Untuk Diserahkan ke Negara
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Kerangka Manusia Ditemukan di Kuansing Riau, Tulang Terpisah Hingga 10 Meter
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Turun Tipis ke Rp16.920 pada Perdagangan Jumat
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Hujan Lebat Disertai Petir Masih Berpotensi Landa Sebagian Jatim Hari Ini
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Diduga Keracunan Massal, Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Buka Puasa
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.