Bareskrim Eksekusi Aset Judi Online Sebesar Rp 58 M Untuk Diserahkan ke Negara

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengeksekusi harta kekayaan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari aktivitas perjudian online sebagai implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 tentang tata cara penyelesaian permohonan penanganan harta kekayaan dalam perkara TPPU.

Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Himawan Bayu Aji menjelaskan bahwa mereka juga melaksanakan penyerahan hasil objek eksekusi terhadap harta yang dirampas untuk negara sebagai bentuk implementasi nyata dari regulasi tersebut.

BACA JUGA: Kasus Manipulasi IPO dan Insider Trading, Bareskrim & OJK Geledah PT MASI

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian penting dalam penanganan aset hasil kejahatan yang berasal dari aktivitas perjudian online.

Lebih lanjut, Himawan menegaskan bahwa eksekusi aset tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari Laporan Hasil Analisis (LHA) yang diberikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kepada Direktorat Siber Bareskrim Polri.

BACA JUGA: Alasan Bareskrim Polri Boyong 6 Anak Buah AKBP Didik ke Jakarta, Oh Ternyata

Pelaksanaan eksekusi atas putusan pengadilan ini juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam optimalisasi pemulihan aset (asset recovery) dari tindak pidana.

“Penerapan PERMA Nomor 1 Tahun 2013 dalam penanganan harta kekayaan yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang, khususnya yang bersumber dari perjudian online, merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang tidak hanya berhenti pada pemidanaan pelaku, tetapi juga dilanjutkan dengan perampasan aset hasil kejahatan untuk negara,” ujar dia.

BACA JUGA: Bareskrim Pertimbangkan Tahan Wagub Babel Hellyana

Dia mengatakan hasil objek eksekusi diserahkan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai representasi pemerintah untuk selanjutnya disetorkan sebagai penerimaan negara. Penyerahan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban atas tindak lanjut LHA dari PPATK sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 16 laporan polisi yang berasal dari 20 LHA telah selesai hingga tahap putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dari perkara tersebut, total nilai aset yang diserahkan kepada negara melalui Kejaksaan Agung mencapai Rp 58.183.165.803 yang berasal dari 133 rekening.

Jenderal polisi bintang satu itu menambahkan upaya penindakan yang dilakukan tidak hanya menyasar penyelenggara maupun operator perjudian online, tetapi juga menargetkan transaksi keuangan operasional melalui penerapan tindak pidana pencucian uang guna memutus aliran dana dan menghentikan operasional kegiatan perjudian online.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pengungkapan kasus tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pihak perbankan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan informasi dalam penanganan kasus perjudian online ini,” pungkas Himawan. (cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seorang Pria Tempelkan Stiker QR Judi Online di Jaksel, Oalah


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Groundbreaking LNG Abadi Masela Tunggu Pembayaran Kompensasi Lahan Warga
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Arema FC Dihantam Bali United di Kandang Sendiri, Marcos Santos Ungkap Masalahnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Video: Nasib IHSG dan Rupiah Di Tengah Perang Iran - Selat Hormuz Tutup
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KNPI: MBG Bukan Hanya Perbaikan Gizi, tapi Menjaga Ketahanan Bangsa
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Sabu 2 Ton, Fandi Ramadhan Pikir-pikir untuk Banding
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.