Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan dan bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta dalam kondisi aman meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pramono mengatakan hingga saat ini pasokan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, daging, dan cabai masih mencukupi.
"Untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok mulai dari beras, daging, cabai merah keriting dan yang lain-lain, kami menggaransi aman. Bahkan sebenarnya kelebihan stok," kata Pramono di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Ia menyebut hingga kini belum ada kenaikan harga yang signifikan di pasar. Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas tertentu dan masih dalam batas wajar.
"Bahwa ada kenaikan cabai merah keriting kemarin hanya sekitar tiga sampai lima persen. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga," ujarnya.
Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga telah mengantisipasi potensi lonjakan harga daging menjelang Idul Fitri. Salah satu langkahnya dengan menambah pasokan sapi hidup ke Jakarta.
Selain pangan, Pramono juga memastikan ketersediaan BBM di Jakarta tetap aman. Ia menilai ibu kota selalu menjadi prioritas dalam hal distribusi energi.
"Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya. Mudah-mudahan untuk menyambut Idul Fitri terutama bagi yang mudik, semuanya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Diketahui, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global, termasuk potensi gangguan pasokan energi dan kenaikan harga komoditas.
Pramono pun meminta masyarakat Jakarta tidak panik dan tetap tenang karena pemerintah terus memantau perkembangan situasi serta menjaga stabilitas pasokan di ibu kota.
(bel/zap)





