Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menunjuk dua perusahaan internasional sebagai operator fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE), di Bekasi dan Denpasar.
Perusahaan yang ditunjuk adalah Wangneng Environment Co Ltd sebagai operator fasilitas PSEL Bekasi, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd sebagai operator fasilitas PSEL Denpasar.
Penunjukan dilakukan setelah proses pemilihan mitra yang diikuti sejumlah perusahaan internasional berpengalaman di bidang pengolahan sampah berbasis energi.
Penetapan tersebut merupakan bagian dari program Waste-to-Energy atau PSEL Danantara Indonesia, yang selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada pembuangan ke tempat pemrosesan akhir (TPA), serta mendukung pembangkitan energi berkelanjutan.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, penunjukan operator dilakukan untuk memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar operasional tinggi.
“Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas."
"Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih,” tuturnya, Jumat (6/3/2026).
Pandu menambahkan, mitra operator yang terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional secara konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar proyek.
Baca Juga: Jakarta Belum Punya Lahan PSEL? Begini Rencana Menko Pangan Atasi 9.000 Ton Sampah Ibu Kota
Dalam pelaksanaannya, mitra operator diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra lokal untuk mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan Indonesia.
Danantara Indonesia juga menekankan proses seleksi yang transparan dan berbasis mitigasi risiko. (*)





