Presiden Ukraina Zelenskyy Minta Imbalan Bantu Arab Hadang Drone Iran

katadata.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menawarkan bantuan kepada negara-negara di Timur Tengah untuk menghadang drone dari Iran. Namun, ia meminta jasanya dibalas dengan misil penghadang serta membujuk Rusia melakukan gencatan senjata.

Adapun salah satu misil penghadang yang diinginkan Zelenskiy adalah MIM-104 Patriot atau misil Patriot. Secara rinci, salah satu negara yang memiliki misil tersebut adalah Uni Emirat Arab yang menjadi salah satu target serangan Iran hampir sepekan terakhir.

"Saya menyarankan pemimpin di Timur Tengah yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah Rusia dapat meminta pemerintah Rusia untuk mengimplementasikan gencatan senjata dengan Ukraina selama sebulan," kata Zelenskyy seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/3).

Zelenskyy menyampaikan pihaknya akan langsung mengirimkan operator yang dapat menghadang misil drone dari Iran. Menurutnya, perlindungan yang diberikan oleh operator asal Ukraina akan disesuaikan dengan gencatan senjata yang dilakukan oleh Rusia.

Dalam perang Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022, Rusia menggunakan drone-drone buatan Iran. Militer Ukraina berhasil menangkal drone-drone tersebut. 

Pemerintah Rusia telah berulang kali menolak panggilan telepon Presiden Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata."Tentu saja Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar memiliki hubungan baik secara ekonomi dengan Putin. Selain itu, kami bisa membantu Israel dengan cara tertentu," katanya.

Di sisi lain, Bloomberg melaporkan Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan serangkaian panggilan telepon dengan pemimpin di Timur Tengah sejak awal pekan ini, Senin (2/3). Sebagian pemimpin yang ditelepon Putin berasal dari Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

"Pemerintah pusat dalam kontak yang konstan dengan pemimpin dari Iran," kata Juru Bicara Presiden Rusia, Vladimir Peskov.

Kepala Urusan Luar Negeri Komisi Eropa Kaja Kallas mengatakan Ukraina dapat membantu negara-negara Teluk. Sebab, jenis misil drone yang diluncurkan Rusia ke Ukraina memiliki model yang sama dengan misil dari Iran.

Kallas menyampaikan perang Iran–AS pada akhirnya dapat menggerus bantuan militer dari Negeri Paman Sam ke Ukraina. Karena itu, beberapa keahlian pertahanan yang dinikmati Ukraina kini telah dipindahkan ke Timur Tengah.

Pada saat yang sama, Kallas menyampaikan seluruh anggota Uni Eropa mengkhawatirkan efek berantai dari perang Iran–AS ke Rusia–Ukraina. "Karena kemampuan kami terbatas, kami khawatir perang Iran–AS akan berdampak pada kekuatan lain," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nenek 70 Tahun di Gowa Hilang di Sungai Bilareng, Diduga Terseret Arus
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Belum Juga Jadi WNI, Striker Gacor Asal Brasil Ini Sudah Permalukan Lini Depan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Emosional di Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Kecewa, Ibrahim Arief Menangis Kenang Masa Lalu
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Klasemen LaLiga Spanyol Usai Gol Injury Time Federico Valverde Menangkan Real Madrid atas Celta Vigo
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
MUI: Prabowo Kembali Janji Keluar BoP Jika Tak Bantu Palestina Merdeka dari Israel
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.